de Greve

Makam William Hendrik de Greve

Oleh: Fachrie Ahda

makam de GreveJika kita berbicara mengenai batubara di Kota Sawahlunto, maka hal tersebut tidak akan terlepas dari sosok de Greve, nama lengkapnya Willem Hendrik de Greve. Dia merupakan ahli geologi yang melaporkan kandungan batubara yang terdapat di Batang Ombilin-Sawahlunto. Berangkat dari penelitian De Greve inilah kemudian Pemerintah Kolonial memutuskan untuk melakukan eksploitasi batubara di daerah ini.

Kisah hidup sang Abdi Kerajaan ini sangat muda, dia dilahirkan di Freneker Belanda pada tanggal 15 April 1840 dan meninggal di Batang Kuantan-Hindia Belanda pada tanggal 22 Oktober 1872. Usianya hanya 32 tahun, namun prestasi yang ditorehnya akan mengekalkan namanya.

Dia dimakamkan di Durian Gadang-Silokek, setidaknya begitulah yang tertulis di dokumen resmi. Namun setelah ditelusuri, ternyata makam de Greve terletak di Jorong Koto Hilia-Nagari Durian Gadang yang sekarang termasuk ke dalam Kecamatan Sijunjuang-Kabupaten Sijunjuang. Sedangkan nama Silokek sendiri merupakan nama nagari yang letaknya bertetangga dengan Nagari Durian Gadang. Jika kita memulai perjalanan dari arah Muaro Sijunjuang yang merupakan ibukota Kabupaten Sijunjuang maka sebelum memasuki Nagari Durian Gadang terlebih dahulu kita akan disambut oleh Nagari Silokek.

Makam de Greve terletak di suatu areal yang bernama Pulau Godang yakni wilayah yang terletak di seberang batang Kuantan, apabila diperhatikan dari jauh tempat ini terlihat seperti semacam pulau di tengah sungai. Untuk menuju ke Pulau Godang kita harus melalui jembatan gantung yang terbentang di atas Batang Kuantan. Panjang jembatan ini kurang lebih 100 m dengan lebar satu meter. Sangat mengasyikkan karena yang berjalan di atas jembatan ini tidak hanya orang melainkan juga motor.

Tepatnya makam de Greve terletak di tanah milik Pasukuan Melayu, bentuk makamnyapun sangat sederhana jika dibandingkan dengan makam-makam Belanda yang terdapat di Sawahlunto. Hanya terdapat nisan yang berukuran panjang 107 cm dan lebar 88 cm. Sekilas nisan ini terlihat baru, namun setelah diperhatikan rupanya kualitas batu nisan inilah yang membuatnya terlihat baru. Pantaslah pada era 1960-an nisan ini pernah dicoba untuk diambil oleh penduduk setempat. Di nisan ini terdapat tulisan “Hier rust de mijn ingenieur W.H. de Greve den 22 October 1872 door een ongelukkig toeval alhier omgekomen R.I.P.” yang kurang lebih berarti: ‘Di sini beristirahat dengan tenang insinyur pertambangan W.H. de Greve yang pada 22 Oktober 1872 meninggal di tempat ini karena kecelakaan”.

Disinilah berakhir sang ilmuwan muda, menolak promosi untuk menjadi Insinyur tingkat satu dan lebih memilih melanjutkan penelitian yang telah dimulainya. Dimulai dari alam dan berakhir di alam, begitulah karir de Greve.

 

 

*Dimuat pada Buletin Museum Goedang Ranseom (Sawahlunto Museum News) edisi 2 (Juni 2011)

2 pemikiran pada “de Greve

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s