Kota Tua

Konservasi Kota Tua di Kawasan Pasar Remaja*

Oleh : Doni Fitra, SS

 

: Kondisi Pasar Remaja pada zaman Kolonial Belanda. Bangunan tertata rapi dengan karakter yang khas, yaitu arsitektur lokal dan Tionghoa. Bangunan berlantai dua dengan material utama kayu.Kawasan Pasar Remaja merupakan kawasan yang menyimpan banyak peninggalan bersejarah dan budaya. Kawasan ini juga merupakan salah satu identitas Kota Sawahlunto sebagai Kota Lama, sehingga perlu untuk dilindungi, dipelihara, dan ditingkatkan kualitas lingkungannya sehingga bisa dikembangkan sebagai salah satu produk wisata di Kota Sawahlunto.

Seiring dengan perkembangan zaman,  Pasar Remaja telah banyak berubah, mulai dari riol [1]di kiri kanan jalan, kalau dahulu masih ada dan dapat di manfaatkan untuk mencuci baju dan piring. Namun pada saat sekarang ini roil tersebut sudah ditutupi dengan trotoar yang terletak di atasnya.

Begitu juga dengan bangunan ruko yang terdapat di pasar ini. Pada masa kolonial bangunan ini dimiliki oleh para pedagang China, sehingga daerah Pasar Remaja dahulunya bernama “Kampung Tionghoa” atau pecinannya Sawahlunto.

Semenjak tahun 1950-an, kepemilikan ruko di Pasar Remaja  banyak yang berganti dari warga China ke warga Silungkang. Hal ini ditambah dengan  adanya perubahan bentuk fasade[2] bangunan tanpa memperhatikan bentuk asli dari bangunan tersebut. Hal inilah yang membuat kawasan ini menjadi tidak teratur.

Kawasan ini memanjang dari Utara ke selatan dan membentuk semacam ruko-ruko bergaya arsitektur China dengan berbagai ornamen-ornamen khas China seperti Tulisan-tulisan China, Lampion, Naga dan lain-lain.

Seperti yang tampak pada gambar1, dapat kita lihat bagaimana kiranya kondisi tata kota masa kolonial. Pada sisi sebelah kiri di depan bangunan ruko masih tampak riol yang sekarang sudah ditutupi oleh trotoar. Diseberangnya terdapat bangunan yang pada masa itu berfungsi sebagai losmen. Losmen ini dimiliki oleh warga Tionghoa yang pada masa dahulunya diperuntukkan sebagai penginapan bagi para pedagang dan Insyinyur Pertambangan.

Berangkat dari kesadaran akan pentingnya melestarikan peninggalan masa lalu, serta menumbuhkan kesadaran bagi generasi muda mengenai identitas dirinya yang berasal dari masyarakat multi etnik. Maka diadakanlah proyek Konservasi di Pasar Remaja guna mengembalikan identitas sejarah yang sudah mulai pudar. Proyek ini akan dilakukan bertahap sesuai dengan anggaran pemerintah kota.

Dengan adanya Proyek Konservasi di Kawasan Pasar Remaja maka diharapkan peran serta masyarakat dalam memperbaiki bangunan mereka sesuai dengan perencanaan dari Pemerintah Kota dapat terlaksana sehingga kondisi Kota Lama Sawahlunto dapat di pertahankan.

*Dimuat pada Buletin Museum Goedang Ranseom (Sawahlunto Museum News) edisi 2 (Juni 2011)


[1] Selokan/got

[2] Tampak depan bangunan

Satu pemikiran pada “Kota Tua

  1. setelah menjadi daerah kunjungan wisata kota tua, dan kunjungan meningkat di pasar remaja, perlu di fikirkan agar wisatawan bisa meninggal kan uang sebacanyak banyaknya di kota ini. disitulah pengembangan ekonomi pariwisata

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s