Sawahlunto Kota Wisata

Menjadi yang pertama

Drh. Wisnu Wardana

 

       Kecanggihan suatu karya, apapun karyanya, orang selalu hormat, empaty , meng-apresiasi dan akan mengenang siapa orang yang pertama kali menemukan karya itu? Sekalipun karya-karya yang diciptakan orang selanjutnya lebih canggih dan hebat. Sebagai contoh  Thomas Edison, orang seluruh dunia pasti tahu bahwa dialah orang yang berjasa pertama kali menemukan listrik; Graham Bell sebagai orang yang pertama kali menemukan telephon; Wright bersaudara, sebagai orang pertama yang berhasil menerbangkan pesawat terbang.  Begitupun dengan kota terkenal, kota Olympic misalnya yang saat ini hanya berupa desa dan terdapat puing-puing kota tua di Yunani, tapi seluruh dunia orang tahu bahwa di tempat ini pertama kali lomba olahraga diadakan dan yang sekarang dikenal sebagai ajang lomba olahraga yang paling bergengsi di dunia Olympiade. 

To be the first atau  ‘menjadi yang pertama’ akan selalu dikenal dan di-apresiasi semua orang.  Kota Sawahlunto pantas mendapatkan apresiasi di negeri ini.  Perjalanan sejarah telah membawa kota ini sebagai kota yang dikenal sebagai pionir bagi perkembangan  infrastruktur, perekonomi dan pelaku sejarah perkembangan negeri. Betapa tidak, perkembangan kota Padang dengan pelabuhan besarnya Teluk Bayur yang tumbuh pesat pada jamannya adalah karena adanya tambang batubara dari Sawahlunto. Kemudian membawa  dampak tumbuhnya industri-industri lain seperti semen, perkebunan dan jejaring transportasi ke berbagai daerah. Dampak lebih lanjut adalah terbangun infrastruktur jalan dan jalur kereta api Padang–Sawahlunto dan terus berkembang jalur kereta api Padang-Bukittinggi-Payakumbuh. 

Pertumbuhan perekonomian dan industri tambang ini juga membawa pelaku-pelaku industri berdatangan ke Sumatera Barat.  Banyak orang-orang Belanda dan orang-orang dari seluruh penjuru negeri datang,  tinggal dan bekerja di Sawahlunto, jadilah Sawahlunto sebagai Kota Tambang yang sibuk dan produktif.  Dampak lain dari pertumbuhan perekonomian dan  kegiatan industri tambang  adalah perubahan pola pemikiran dan pendidikan.  Maka tidak heran dari Sawahlunto lahirlah pelaku-pelaku industri yang berperan besar di negeri ini hingga saat ini. Bahkan  putra terbaik bangsa, salah satu pendiri negara RI yakni Mr. Mohammad Yamin adalah putra kelahiran Sawahlunto.

Dalam perkembangannya lambat laun aktivitas tambang batu bara menurun, karena telah ditambang selama lebih dari seratus tahun. Namun kota Sawahlunto terus berkarya dan selalu yang pertama. 

Pada tahun 2005 Sawahlunto membangun Waterboom pertama kali di Sumatera Barat.  Pembangunan ini berhasil menumbuhkan pariwisata dan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah. Sesudah itu kota lain latah membangun hal sama, bahkan lebih canggih.  Tahun 2007 dibangun Kawasan Wisata Kandi, dimana di tempat ini ada Taman Satwa, Wisata Air, Lapangan Pacu Kuda, Outbond, Taman Kupu, Roadrace, Motocross, Penangkaran buaya, Penangkaran Rusa dan akan dibangun Resort Hotel. Yang unik lagi adalah bahwa Kawasan Wisata Kandi ini dibangun diatas area reklamasi eks tambang batubara.  Hal ini juga merupakan yang pertama kali di Indonesia suatu kawasan ‘Multi Purpose Wisata’ dalam satu lokasi. 

Kota Sawahlunto sejak lahirnya terus dan akan terus berkarya dan selalu menjadi yang pertama.

 

 

*Dimuat pada Buletin Museum Goedang Ranseom (Sawahlunto Museum News) edisi 2 (Juni 2011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s