Wisata Ziarah

Makam Para Syech di Kota Sawahlunto*

Oleh : Amitri Yulia, SS

 Makam Syehk Tumpok

Makam ini tedapat di perbatasan antara Nagari Kubang dan Nagari Lunto. Tidak ada seorangpun yang tahu nama asli Syehk Tumpok ini, masyarakat hanya mengetahui bahwa nama kecilnya adalah Si Amuk. Syehk Tumpok (Tumpok artinya tempat). Beliau adalah seorang Alim Ulama pertama yang datang ke Nagari Lunto dan mengajarkan pengajian Tarekat di Lunto.

Ada hal yang menarik dari cerita Syehk ini yang di anggap suatu keajaiban oleh masyarakat Lunto pada masa itu. Syehk ini pernah mengeluarkan Sumpah kepada penduduk Lunto, karena anak murid mereka di tuduh mencuri sayur-sayuran. Padahal, sayur-sayuran tersebut sudah dibebaskan oleh pemiliknya untuk di ambil kapanpun. Bunyi sumpahnya :

“ Lihat dengan kalian beberapa hari, bahwa tidak akan ada lagi di Nagari (daerah) ini orang datang mengaji/ menuntut Ilmu Agama Islam “.

Setelah keluar kata-kata sumpah tersebut, ternyata memang tidak ada orang luar selain masyarakat Lunto yang datang mengaji ke Syehk Tumpok ini, sampai beliau meninggal.

Itulah salah satu keramat yang ada pada diri Syehk Tumpok ini. Walaupun demikian, sampai sekarang masih banyak orang-orang yang datang berziarah ke makam tersebut. Makam Syehk Tumpok ini tiap tahun selalu didatangi peziarah salah satunya peziarah dari Bengkulu yang datang sekitar 100 orang.

Makam Syehk Abdul Patah Pakiah Ibrahim

Setelah Syehk Tumpok meninggal, beberapa tahun kemudian datanglah seorang Malin (Alim Ulama) yang bernama Syehk Abdul Patah. Syehk ini dianggap lebih banyak pengetahuannya dari Syehk Tumpok. Makam Syehk Abdul Patah terletak di Surau (Mesjid) Baru yang didirikan oleh Beliau pada tahun 1801 di Nagari Lunto Kota Sawahlunto. Selain mengajarkan Ilmu Tasauf (Tarikat Na’sabandi), beliau juga memberikan Ilmu Fikih kepada pengikutnya.

Hal yang menarik dari makam Keramat Syehk Abdul Patah ini, yaitu setiap tahun banyak Jamaah meminta do’a dan tahlilan di Surau Baru tersebut. Menurut pengurus Surau Baru, biasanya orang yang meminta doa tersebut, doanya di kabulkan Allah, SWT. Wallahualam

*Dimuat pada Buletin Museum Goedang Ranseom (Sawahlunto Museum News) edisi 2 (Juni 2011)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s