Penghargaan terhadap Museum

Keindahan Museum Kami

 

Bangunan ini pada masa dahulunya berfungsi sebagai ruang kantor dan ruangan untuk memasak. sekarang telah menjadi ruang pameran utama bagi Museum Goedang Ransoem.

Terus menerus menerima (kritikan kalau tidak boleh dikatakan bahwa sebenarnya ialah cacian) maka akan membuat diri kita dirundang rasa rendah diri serta kehilangan rasa percaya diri. Walaupun dikuatkan diri dalam menerima segala cobaan tersebut dengan mengatakan kepada diri sendiri “Didengarkan saja lah, mereka tak paham bagaimana susahnya mengatur museum. Mereka fikir perkara gampang merawat serta mengatur museum.” Mudah bagi mereka mengatakannya namun pabila disuruh mereka mengerjakan apa yang kita kerjakan sekarang belum tentu mereka akan dapat melakukan lebih baik dari kita.

Begitulah kira-kira, bukan hendak berkeluh kesah namun hanya sekedar memberitahu agar kita dapat mengambil pelajaran dan hidup lebih bijak dari kisah kami ini. Hal ini karena pada salah satu tugas kami dalam menjaga dan memandu para tetamu yang datang melancong ke Museum Goedang Ranseom kami bersua dengan orang-orang yang sangat besar rasa kagumnya. Beliau menyatakan kekaguman dan hormatnya terhadap Kota Sawahlunto.

pemandangan semacam inilah yang pertama sekali kami persembahkan kepada para pengunjung yang datang melancong.
"Selamat Datang di Museum Goedang Ranseom.."

Engku ini berasal dari Kota Bogor, sudah berusia sekiar limapuluhan dan datang bersama isterinya ke Museum Goedang Ransoem. Sesekali beliau bercakap-cakap dengan kami, bertanya apakah benda-benda koleksi kami ini masih asli. Kamipun menjelaskan bahwa diantara benda-benda koleksi kami terdapat beberapa yang replika, namun untuk periuk ataupun ketel yang menjadi koleksi utama merupakan barang-barang asli peninggalan dari masa dahulu. Beliau beserta isteripun mengungakapkan rasa kagumnya kepada kami.

Beliau memandingkan Sawahlunto sebagai Kota Tua dengan kawasan Kota Tua Jakarta. Menurut beliau belum ada apa-apanya Kota Tua Jakarta pabila dibandingkan dengan Sawahlunto. Banyak gedung-gedung tua di sana sudah tak terawat, berbagai museum yang terdapat dalam kawasan tersebutpun sudah tak menarik lagi. “Seharusnya Jakarta mengadakan studi banding ke sini” ujar engku ini.

Alangkah senangnya mendengar penilaian semacam ini. Selama ini keluhan yang kami dengar, perihal museum yang tak menarik dan membosankan. Namun engku ini beserta isteri sangat menikmati pelancongan mereka di Museum Goedang Ranseom.

Engku inipun bercerita bahwa sebalumnya beliau juga pernah datang ke Sumatera Barat namun hanya sampai Bukittinggi dan Maninjau saja. Waktu itu beliau sedang ada kunjungan kerja dengan kawan-kawan. Karena tak ada waktu untuk datang ke Sawahlunto maka beliau menyediakan waktu khusus untuk datang bersama isteri ke kota kecil kami ini. Sungguh senang hati mendengarnya, waktu khusus sengaja diluangkan hanya untuk sekedar mengunjungi Sawahunto yang menurut sebagian wisatwan tidak menarik. Tidak menarik karena tidak ada wisata belanja ataupun wisata hiburan yang berbau moderen. Kecuali tentunya di Taman Satwa Kandi dan Waterboom.

Gudang bahan makanan yang pada saat sekarang menjadi kantor bagi Seksi Permuseuman

Kekaguman engku ini bertambah ketika melihat kegagahan Tungku Uap yang masih beridiri kokoh menentang zaman. Beliaupun bertambah kagum ketika mengetahui bahwa atap yang sekarang dipakai pada beberapa bangunan di komplek museum masih asli peninggalan dari masa Belanda. Kekaguman beliau bertambah karena Sawahlunto hanya kota kecil namun sanggup melakukan hal-hal besar semacam ini, menghargai warisan dari masa lalu.

Terimakasih engku atas pujiannya, semoga pujian engku dapat menjadi penambah semangat bagi kami hendaknya. Semoga saja kami diberkahi dengan pengunjung yang pandai menghargai jerih payah kami seperti engku. Datanglah kembali engku, bersama keluarga, kenalan, dan handai taulan.

 

Sawahlunto, 24 Maret 2012

Sumber Foto: Koleksi Pribadi

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s