TDS 4 Juni 2012

Hari Senin nan Ceria

Hari ini Kota Sawahlunto berada dalam suasana yang meriah. Betapa tidak, karena pada hari ini Tour de Singkarak (Biasa disingkat dengan: TDS) dimulai. Sawahlunto mendapat kesempatan menjadi titik awal bagi para peserta untuk bergerak. Start dimulai di Lapangan Segitiga Sawahlunto dan nantinya mereka juga akan finish di tempat yang sama.

Semalam pihak Kota Sawahlunto telah melakukan jamuan makan malam yang dihadiri oleh para petinggi seperti tokoh masyarakat Minang, Gubernur, bupati dan walikota se Sumatera Barat serta pejabat-pejabat lainnya. Keadaan semalam sangat ramai sekali, penuh sesak oleh orang-orang yang berminat melihat malam kesenian yang akan dipentaskan selepas jamuan makan malam ini.

Lapangan Segitiga seolah-olah menjadi magnet bagi sekalian manusia. Sekalian orang berkumpul, orang tua yang membawa anaknya, para remaja apakah itu berkumpul dengan kawannya ataupun berduaan menikmati suasana dengan sang kekasih, ataupun para pedagang yang mencoba mangais rezeki di kesempatan langka ini. Tak pula ketinggalan panitia yang sangat sibuk dengan segala aktivitas yang terjadi pada malam hari ini. Tempat inilah yang nantinya akan menjadi pusat dari segala kegiatan yang telah dirancang untuk malam ini.

Pada hari Senin tanggal 5 Juni 2012 merupakan hari pembukaan dari TDS. Kabarnya ibu menteri juga akan turut menghadiri pembukaan ini. TDS merupakan event internasional yang selalu diadakan setiap tahunnya di Propinsi Sumatera Barat. Pada tahun lalu, para peserta hanya singgah dan bermalam selama satu malam di Sawahlunto. Namun sekarang mereka akan memulai perlombaan ini dari Kota Sawahlunto.

 

Semenjak pagi kami para staf Museum Goedang Ransoem telah sibuk guna menyambut hari ini. perkiraan kami para tamu akan banyak datang berkunjung ke museum kami nan sederhana. Dalam rangka memeriahkan acara TDS kali ini, kami Staf Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman telah menyiapkan sebuah kejutan. Kami sangat berharap para pengunjung akan menyukai dan menikmati kunjungan mereka di Museum Goedang Ransoem dengan kejutan kami tersebut.

Jauh-jauh hari Bapak Medi Iswandi selaku Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto telah meminta kami untuk membuat suatu seragam khusus. Seragam ini hendaknya bukanlah seragam yang biasa dibuat untuk para staf ataupun karyawan. Melainkan beliau berharap sebuah seragam yang unik, yang bernuansakan kolonial, mengingat kami ditempatkan di objek wisata bersejarah. Hendaknya seragam kami nanti dapat menjadi salah satu daya tarik bagi pengunjung. Bahkan akan lebih baik lagi apabila para pengunjung akan tertarik untuk meminta berfoto dengan kami nantinya. Sebab merasa tertarik dengan seragam kami yang unik itu.

Maka hari inilah hari kami untuk melakukan demo, demo seragam baru. Karena kami di tempatkan pada tiga tempat yang berbeda, yakni Museum Goedang Ranseom, Museum Kereta Api, dan Loebang Tambang Mbah Soero maka masing-masing objek wisata akan memiliki seragam yang berlainan. Untuk kawan-kawan yang di tempatkan di Museum Kereta Api maka mereka akan menggunakan seragam putih-putih layaknya masinis. Bagi kawan-kawan yang bertugas di Loebang Tambang Mbah Soero maka mereka akan menggunakan blangkon ala Jawa sedangkan yang di Gedung Info Box akan menggunakan baju kebaya.

Sedangkan bagi yang bertugas di Museum Goedang Ranseom maka kami akan mengenakan lima macam seragam yang berbeda. Yakni baju demang atau baju serba putih yang biasa dipakai oleh pejabat Kolonial Belanda bagi beberapa orang kawan-kawan lelaki. Salah baju tradisonal Belanda yakni baju yang menggenakan celemek bagi kawan-kawan kami yang perempuan. Baju koki, serupa yang dipakai oleh koki-koki pada masa dahulu di Dapur Umum. Baju kerja yang biasa dipakai oleh para teknisi bagi kawan-kawan yang bertugas di IPTEK Center. Terakhir ialah baju kemeja dan celana serba biru bagi kawan-kawan kami yang bertugas di bidang kebersihan.

Dipagi hari nan cerah ini, ketika kami mulai mengenakan seragam baru. Masing-masing kami saling bertukar senyuman dan pandangan. Kami masih memerlukan waktu untuk terbiasa dengan pemandangan baru ini. Ada yang menganggap lucu, konyol, menarik, menawan, ataupun rupawan, serta berbagai macam penilaian lainnya. Namun satu hal yang pasti bahwa kami telah memulai hari ini dengan keceriaan. Ya, keceriaan yang bertahan hingga petang hari nanti.

Kami mulai sibuk membersihkan dan memeriksa ruangan serta koleksi. Memastikan segalanya tertata dan tersaji dengan baik. Berharap para tamu terpuaskan dan membawa kenangan indah dari museum kami nan sederhana ini. Namun yang tak kalah pentingnya ialah kami berlomba-lomba mengabadikan momen bersejarah ini. Ya, berfoto bersama dengan seragam baru. Tersenyum dan tertawa lepas menikmati berbagai kekonyolan yang kami buat sendiri.

Banyak yang tertarik dengan seragam kami ini. Masyarakat sekitar museum tak lepas memandangi kami. Mulai dari tatap sekilas, senyuman memuji, lambaian tangan, tatapan panjang tanda rasa ingin tahu, serta tatapan melongo seperti orang bego “waduh ada kompeni rupanya..” mungkin begitu seru mereka dalam hati. Sampai kepada sapaan bernada gurauan yang ditujukan kepada kami.

Keinginan Pak Medi agar seragam kami menarik hati para pengunjung terbayar tuntas. Ada yang meminta kami berfoto, berkali-kali tamu kami yang ternyata seorang fotografer ini mengambil gambar kami. Kamipun pasrah “bagian dari tugas..” begitulah arti senyuman dari kawan-kawan. Ada juga yang memotret sambil lalu lalu menghadiahi kami dengan senyuman ramah nan memuji. Serta ada pula yang langsung memberikan pujian kepada kami, pertanda salut atas kretifitas dan pelayanan yang disajikan oleh kota ini.

Intinya ialah tiada momen yang kami lewati tanpa berfoto. Semuanya menjadi tergila-gila dengan dunia fotografi, bukan

sebagai pemotret, melainkan sebagai model. Ya, dalam sehari ini kami yang tak memiliki pengalaman menjadi model apaun menjadi laris diambil gambarnya. Namun setelah kepergian sang fotografer kami tertegun “Kapan ya kita dapat melihat hasilnya..???”

Tamu kami sangat ramai pada pagi hari, beranjak siang tamupun berangsur-angsur berkurang. Sebab TDS sudah dimulai makanya konsentrasi para tamu kembali tertuju pada TDS. Pada petang hari masih terdapat beberapa orang tamu, hingga mereka beranjak pergi pada pukul enam petang.

Di penghujung hari kami pulang dengan melepaskan senyuman. Sungguh suatu hari yang menyenangkan. Setiap saat tertawa, bersenda gurau dengan kawan-kawan. “Ah.. memang bagus sekali seragam ini, tapi sayangnya mencucinya bukan main payahnya..haha..” ujar salah seorang kawan.

Selamat Datang di Museum Goedang Ransoem

Satu pemikiran pada “TDS 4 Juni 2012

  1. Selamat ya buat Pak Medi. Dengan adanya pakaian yang unik tersebut dapat memberi warna baru terhadap museum yang kita cintai.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s