Seni Rakyat di Sawahlunto

BUDAYA MULTI ETNIS KOTA ARANG

Oleh: Kurnia Illahi Manvi

Kehidupan di Kota Sawahlunto berawal dari pembukaan tambang batubara oleh Belanda. Kota yang awalnya hanya berupa hamparan persawahan, perlahan-lahan mulai diisi oleh kehidupan manusia. Orang-orang tidak hanya sengaja didatangkan dari berbagai tempat, namun ada  juga yang datang dengan maksud mengadu untung di Sawahlunto. Kedatangan mereka ke Sawahlunto tidak hanya untuk bekerja di bidang pertambangan, akan tetapi juga ada yang memilih berprofesi sebagai pedagang atau pegawai kolonial.

Tanpa disadari Sawahluntopun menjadi kota multi etnis pertama di Sumatera Barat. Kota yang dihuni oleh berbagai etnis dari penjuru nusantara bahkan luar negeri. Ini pula yang membedakan sejarah sosial-kemasyarakatan Sawahlunto dengan kota-kota lainnya di Sumatera Barat yang didominasi oleh etnis suku-bangsa Minangkabau. Sementara itu di Sawahlunto pada permulaan abad ke-20, selain suku-bangsa Minangkabau juga terdapat etnis Jawa, Sunda, Batak, Bugis-Makassar, Tionghoa dan bahkan bangsa Eropa terutama Belanda.

Berada dalam satu bingkai kehidupan masyarakat tambang di Sawahlunto dengan akar budaya masing-masing telah menjadi sebuah fenomena yang ikut mewarnai perjalanan sejarah sosial Kota Sawahlunto. Tidak mengherankan kalau di Sawahlunto hidup  seni dan budaya dari berbagai etnis yang diwarisi dari satu generasi ke generasi.

Kesenian Kuda Kepang, salah satu kesenian khas Jawa yang pemainnya berasal dari berbagai etnis di Sawahlunto.
Gambar: Koleksi MGR

 Merupakan suatu keunikan tersendiri di Kota Sawahlunto, bahwa berbagai kesenian yang ada di Sawahlunto dimainkan tidak hanya oleh orang-orang dari etnis dimana kebudayaan tersebut berasal, melainkan juga ikut dimainkan oleh etnis lain.  Misalnya saja dalam kesenian kuda kepang atau di Jawa populer dengan nama kuda Lumping. Di Sawahlunto atraksi ini dimainkan tidak hanya oleh orang Jawa melainkan juga orang-orang dari etnis lain seperti Minangkabau dan Batak. Begitu juga dengan permainan wayang, tor-tor, randai, dan lain sebagainya.

Salah satu bentuk akulturasi budaya di Sawahlunto ialah dengan terciptanya bahasa kreol yang lazim disebut dengan “Bahasa Tangsi” oleh masyarakat setempat. Bahasa ini merupakan percampuran antara Bahasa Jawa, Minang, Belanda, Sunda dan Melayu.

Randang (Rendang)masakan khas Minang[1]
Gambar: Internet

Menarik jika kita menyimak beragam aktifitas sosial budaya di Sawahlunto. Semisal masakan rendangyang merupakan masakan khas dari Minangkabau. Rupanya dalam keseharian masyarakat Sawahlunto yang multi etnis masakan ini merupakan favorit. Selalu disediakan disetiap acara yang diadakan setiap etnis. Di Sawahlunto masakan ini tidak hanya dimasak oleh etnis Minang, melainkan juga menjadi menu utama bagi etnis lain jika mengadakan acara.Kemudian among-among yang merupakan tradisi khas Jawa. Hingga kini tradisi tersebut masih ada. Tradisi ini biasa diadakan oleh masyarakat Jawa untuk memperingati kematian keluarganya. Apakah itu yang ke-3 hari, 7 hari, 40 hari, hingga 100 hari. Among-among merupakan tradisi mengirimkan makanan kepada sanak keluarga yang terdiri atas nasi pakai telur rebus, gulai cubadak,[2]mie atau goreng tempe kecap. Biasanya makanan ini disajikan pedas. Sungguh aneh orang Jawa memakan makanan yang pedas-pedas, namun tidaklah aneh jika hal tersebut terjadi di Sawahlunto.Itulah sekelumit keunikan dari Sawahlunto yang masih dapat kita saksikan hingga kini. Masih banyak lagi yang lain, namun sayang akibat keterbatasan space hal tersebut tidak dapat kami utarakan pada tulisan ini seluruhnya.


[2] Gulai Cubadak merupakan makanan khas Minangkabau. Cubadak merupakan nama Minangkabau untuk Buah Nangka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s