124

para musisi yang memeriahkan acara Simfest beserta kurator berpose bersama walikota.

para musisi yang memeriahkan acara Simfest beserta kurator berpose bersama walikota & Kadis Pariwisata.
foto: An Fianda

Pada hari Sabtu tanggal 1 Desember 2012 merupakan tanggal penting bagi Kota Sawahlunto. Karena pada tanggal 1 Desember, Sawahlunto merayakan hari jadinya. Kota ini resmi berdiri sebagai salah satu unit pemerintahan di bawah Pemerintahan Kolonial Belanda pada tanggal 1 Desember 1888. Pada masa sekarang, Kota Sawahlunto telah genap berumur 124 tahun.

Hari jadi kota merupakan agenda tahunan di Sawahlunto. Tidak hanya sebagai agenda tahunan, melainkan juga yang terbesar dibandingkan beberapa agenda kota lainnya. Perayaan hadi jadi kota biasanya diikuti oleh Festival Simfest (Sawahlunto Internasional Musik Festival). Perayaan hari jadi kota dan Simfest merupakan agenda kembar yang rutin diadakan setiap tahun.

Jamuan Makan Malam

Jum’at malam tanggal 30 November 2012, Pemerintah Kota Sawahlunto mengadakan jamuan makan malam bagi beberapa orang tamu yang telah berdatangan ke Sawahlunto. Jamuan diadakan di pelataran Stasiun Kereta Api (sekarang Museum Kereta Api) Sawahlunto. Tempat ini dipilih guna memberikan suasana yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya kepada segenap tamu dan undangan.

Jamuan makan malam ini diiringi oleh lantunan musik guna menghidupkan suasana. Fihak PT KAI sendiri telah mengeluarkan Mak Itam, lokomotif uap kebanggaan Kota Sawahlunto guna menambah kenikmatan suasana makan malam. Mak Itam diparkir tepat disamping stasiun, menamani tamu-tamu dari jauh yang datang menziarahi kota kecil ini. Berharap mereka akan kembali lagi dilain waktu.

Makan Bajamba

Prosesi peringatan hari jadi kota dimulai dengan Sidang Paripurna DPRD Kota Sawahlunto. Sidang ini dimulai pada pukul 08.00 WIB, diikuti oleh walikota dan unsur pimpinan di Kota Sawahlunto. Sejam selepas itu, seluruh tamu undangan, walikota, muspida, dan anggota dewan berkumpul di rumah dinas walikota yang hanya berjarak beberapa meter dari gedung DPRD. Pada masa dahulu, rumas dinas walikota ini merupakan rumah dinas bagi Residen Sawahlunto.

Kemudian selepas itu rombongan walikota bertolak dengan arakan tabuh menuju lokasi makan bajamba. Makan bajamba diadakan pada kawasan pasar yang merupakan kawasan utama yang kaya akan nilai sejarah kota. Berselang beberapa hari sebelumnya telah dibangun rangkaian tenda pada dua jalan utama yang terletak di kawasan pasar. Kedua jalan utama tersebut ialah Jalan Ahmad Yani dan Jalan Yos Sudarso. Kesinilah arak-arakan rombongan walikota menuju, yang hanya berjarak sekitar 500 m dari rumah dinas walikota di Kubang Serakuk.

Arak-arakan rombongan walikota disambut dengan tari gelombang dan pasambahan diirigi oleh lantunan musik tradisional. Para pemain musik berposisi di pentas yang telah didirikan di kawasan terminal kota. Sedangkan acara penyambutan arak-arakan walikota dipusatkan di samping terminal. Penyambutan berjalan meriah, penari yang didominasi oleh anak-anak sekolah telah berhasil memikat para tamu dan undangan. Serta masyarakat sekitarpun berkerumunan hendak melihat pertunjukan tari oleh anak-anak sekolah ini. Wartawan dan juru foto saling berebut hendak mengambil gambar terbaik yang hendak mereka abadikan. Selepas penyambutan, walikota dan rombongan langsung memasuki tenda, menuju tempat yang telah disediakan.

Sebelum prosesi makan bajamba dimulai, beberapa kata sambutanpun saling bersahutan. Hal ini berbeda dengan makan bajamba yang diadakan pada prosesi adat yang biasa dilakukan oleh masyarakat Minangkabau dimana sembahan katalah yang saling bersahutan. Makan bajamba sendiri merupakan prosesi adat Minangkabau yang biasa diadakan pada berbagai upacara adat. Oleh Pemerintah Kota Sawahlunto, prosesi adat ini diambil dan dimodivikasi demi menyesuaikannya dengan keadaan para undangan yang sebagian belum familiar dengan prosesi ini.

Pada prosesi makan bajamba dalam adat Minangkabau, selain dimulai oleh sembahan kata oleh fihak tuan rumah dan undangan, makan bajamba hanya terdiri atas 4-6 orang saja. Namun pada prosesi HUT kota kali ini, Jamba terdiri atas lebih dari enam orang. Jamba dibentuk berdasarkan institusi asal bagi SKPD se Kota Sawahlunto, asal sekolah, komunitas adat, tamu dan undangan serta lain sebagainya. Hal ini menyebabkan setiap ruas pada kedua jalan utama di Kota Sawahlunto dipadati oleh para tamu dan undangan yang mengikuti prosesi ini.

Sawahlunto Internasional Musik Festival

Cajun Rooters asal Jerman. Salah satu grup musik yang memeriahkan pergelaran Simfest 2012.Foto: An Fianda

Cajun Rooters asal Jerman. Salah satu grup musik yang memeriahkan pergelaran Simfest 2012.
Foto: An Fianda

Pada tahun 2012 ini, untuk ketiga kalinya Simfest diadakan. Berbagai musisi dari beberapa negara telah diundang untuk meramaikan pertunjukkan Simfest. Acara pembukaan ialah pada Sabtu malam tanggal 1 Desember 2012.

Berbeda dengan dua tahun sebelumnya, dimana Simfest diadakan di Museum Goedang Ransoem. Pada tahun ini, lokasi Simfest dialihkan ke kawasan Saringan, tepatnya dibawah tiga buah tabung raksasa yang bernama Silo. Pada peringatan hari jadi kota yang ke 124 ini, Kota Sawahlunto ingin memberikan suasana yang berbeda bagi para tamu dan undangan. Diharapkan pada lokasi baru ini, acara dapat berlangsung lebih meriah, tempat yang lebih lapang memberikan kenyamanan bagi pengendara kendaraan bermotor untuk memarkir kendaraan mereka.

Simfest tahun 2011 dimeriahkan oleh empat orang musisi luar negeri[1] ditambah dengan beberapa grup musik dalam negeri seperti Kerontjong Toegoe, Kota Arang Perkusi, dan beberapa grup musik lokal lainnya. Sedangkan untuk Simfest 2012 kali ini komposisi masih tetap sama, hanya saja jumlah musisi luar negeri lebih banyak untuk kali ini. Sebut saja dari India, Senegal, Jerman, Swiss, Amerika, dan beberapa negara lainnya.

Berikut nama-nama musisi luar negeri:

  1. Moushumibhowmik
  2. Kim Sanders
  3. Satyaki Banerjeed
  4. Ron Reeves
  5. Rosalino
  6. Ndokdunate
  7. Bernard Batschelet
  8. Kenny Endo
  9. Cajun Roosters

Kemudian musisi dalam negeri:

  1. Krontjong Toegoe
  2. Kota Arang Perkusi
  3. Taufik Adam Minstrel
  4. Altajaru
  5. Dan beberapa grup musik lainnya dari beberapa perguruan tinggi di Sumatera Barat, dan lain-lain.

[1] Yang direncanakan ialah lima orang musisi internasional. Namun musisi ke lima yang berasal dari Afrika berhalangan hadir dikarenakan masalah teknis.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s