Kawasan Saringan

Saringan, dilihat dari atas Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto.Foto: Koleksi Museum

Saringan, dilihat dari atas Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto.
Foto: Koleksi Museum

Saksi Kejayaan Tambang Batu Bara di Sawahlunto

Oleh: Sevly Eka Putri, SST.Par

Sawahlunto dari zaman penjajahan dulu memang terkenal sebagai sebuah kota tambang batubara. Belanda mengeruk ribuan juta ton batubara dari Sawahlunto untuk kepentingan negaranya. Hal ini membuat Sawahlunto memiliki infrastuktur kota tambang yang lengkap. Selain lubang tambang, salah satu infrastuktur pendukung tambang yang sangat terkait erat dengan proses penambangan adalah kawasan Saringan.

Bagi yang sudah pernah berkunjung ke Sawahlunto, pasti sudah pernah masuk ke Lubang Tambang Mbah Soero. Namun pasti tidak banyak yang tahu bahwa Kawasan Saringan ini merupakan salah satu bagian penting dari proses panjang penambangan batubara di Sawahlunto. Bila anda ingin merasakan sensasi kota tambang yang sesungguhnya, ada baiknya anda juga berkunjung ke kawasan ini. Kawasan ini bukanlah kawasan komersial, siapa saja boleh datang dan berfoto disini.

Kawasan Saringan terletak sejajar dan tidak jauh dari stasiun kereta api Sawahlunto. Kawasan Saringan ini merupakan tempat pencucian batubara setelah ditambang untuk kemudian di proses pengangkutannya dengan kereta api ke pelabuhan Emma Haven (teluk Bayur). Dari sini kemudian batubara dibawa keberbagai daerah di Hindia Belanda serta juga diekspor ke Negeri Belanda dan ada juga yang dipasarkan di Eropa.

Selain itu ditempat ini juga merupakan tempat parkir lori, alat angkut batu bara dari lobang tambang. Kawasan Saringan ini dulu menjadi saksi kejayaan tambang batu bara di Sawahlunto yang mampu meningkatkan perekonomian Sumatera Westkust. Selain itu kawasan ini juga menjadi salah satu saksi kekerasan dari dunia pertambangan di Sawahlunto. Disini para pekerja sering menemukan potongan tubuh yang bercampur dengan batu bara di dalam lori. Entah milik siapa, namun banyak diantara para buruh yang bertikai di dalam lubang tambang membuang mayat dari korban mereka ke dalam lori supaya tidak diketahui dari fihak mana pembunuhan dilakukan.

Saat ini Kawasan Saringan telah banyak mengalami perubahan. Halamannya yang dulu dipenuhi rel dan tempat parkir lori sekarang berubah menjadi sebuah hamparan rumput hijau dan pada tahun 1980an didirikan tiga buah silo yang dilengkapi dengan sistem conveyer belt untuk tempat penyimpanan batu bara.  Gedung tempat pencuciannya sebagian telah dialih fungsikan menjadi kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan serta Badan Pemadam Kebakaran.

Meskipun sudah beralih fungsi, tapi bangunannya masih terpelihara dengan baik dan tidak mengalami banyak perubahan bentuk. Disinilah lokasi baru dimana acara pada SIMFest (Sawahlunto International Musik Festival) akan digelar pada bulan Desember 2012.  Simfest merupakan kegiatan tahunan seiring dengan perayaan HUT Kota Sawahlunto.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s