Kekayaan Peninggalan Bersejarah Di Silungkang

RUMAH TUA DI SILUNGKANG

Oleh : Yuristya Mega, SS

Salah satu Rumah Gadang yang telah berumur di atas 100 tahun di Nagari Silungkang

Salah satu Rumah Gadang yang telah berumur di atas 100 tahun di Nagari Silungkang.
Foto: Koleksi MGR

Silungkang adalah salah satu nagari tua yang ada di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat. Sebagai salah satu nagari tua, Silungkang menyimpan berbagai peninggalan-peninggalan sejarah yang sampai saat ini masih bisa dilihat bentuk keberadaan fisiknya. Salah satunya adalah rumah tua yang ada di Silungkang.

Secara umum, Rumah Tua yang terdapat di Nagari Silungkang ini terdiri dari 2 kategori, antara lain:

Kategori pertama, adalah Rumah Tradisional (Rumah Adat) yang mempunyai gonjong pada atapnya dan bentuk rumahnya memanjang.  Rumah tradisional kategori pertama ini memiliki ciri-ciri fisik seperti: pada bagian belakang  rumah ada kula (tempat mandi), ada dapur, ruang makan, ada buma (kolong rumah yang dijadikan sebagai tempat menenun).

Rumah seperti kategori pertama ini hanya terdapat  sekitar 10 bh di Kecamatan Silungkang, dan pada umumnya dibangun pada tahun 1894 dan digunakan sebagai tempat tinggal bagi masyarakat. Sebagian besar dari rumah ini secara fisik sudah mengalami banyak perubahan. Kondisi rumah kategori pertama ini, pada umumnya kurang terawat dan cenderung sudah banyak mengalami kerusakan seperti pelapukan, karena dimakan usia.

Kategori  kedua, adalah rumah tua yang tidak memiliki gonjong dan bentuk rumahnya kebanyakan tidak memanjang seperti rumah tradisional pertama.

Salah satu rumah tua (bukan rumah gadang)  yang banyak terdapat di Nagari Silungkang. Dibangun di masa Kolonial Belanda, ada yang bertahan menurut bentuk aslinya, ada pula yang telah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan masa sekarang.foto: Koleksi MGR

Salah satu rumah tua (bukan rumah gadang) yang banyak terdapat di Nagari Silungkang. Dibangun di masa Kolonial Belanda, ada yang bertahan menurut bentuk aslinya, ada pula yang telah dimodifikasi sesuai dengan kebutuhan masa sekarang.
foto: Koleksi MGR

Rumah tua kategori kedua ini juga memiliki ciri-ciri fisik yang hampir sama dengan rumah kategori pertama pada bagian dalam nya, diantaranya adalah pada bagian belakang rumah ada kula (tempat mandi), ada dapur, ruang makan, ada buma (kolong rumah yang dijadikan sebagai tempat menenun).

Rumah seperti kategori kedua ini terdapat  sekitar  195 bh di Kecamatan Silungkang yang pada umumnya dibangun setelah Pemberontakan Silungkang pada tahun 1927 dan sebagian besar rumah ini sudah mengalami modrenisasi, seperti pada bagian atap tidak bergonjong, pada bagian teras semi permanen, dll. Kondisi rumah kategori kedua ini kebanyakan terawat namun ada juga telah ditinggalkan pemiliknya karena pergi merantau.

Terlepas dari pengkategorian diatas, rumah-rumah tua ini merupakan bukti akan keberadaan Silungkang sebagai salah satu nagari tua di Kota Sawahlunto. Oleh karena itu hendaknya, rumah-rumah tradisional ini perlu dirawat dan dipelihara demi kelangsungan Sejarah Nagari Silungkang dan Kota Sawahlunto ke depannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s