Wisata Nostalgia Mak Itam

Oleh : Sevly Eka Putri

Sejak batubara ditemukan di Sawahlunto, pemerintah Hindia Belanda mencari cara bagaimana mengangkut batubara ini keluar dari Sawahlunto dengan biaya operasional seminim mungkin. Setelah dikaji, akhirnya dibangunlah jalur kereta api di Sumatera Barat untuk mengangkut batubara keluar dari Sawahunto hingga ke Pelabuhan Teluk Bayur, Padang untuk proses pengapalan ke Negeri Belanda.

Mak itam dan gerbongnya sedang di dalam kandang

Mak itam dan gerbongnya sedang di dalam kandang
foto: koleksi MGR

Terus..apa sih Mak Itam?  Mak Itam adalah sebuah lokomotif uap seri E 10 60 buatan Hartmann Chemnitz Jerman tahun 1865.[1] Mak Itam dulunya merupakan salah satu lokomotif untuk pengangkutan batubara keluar dari Sawahlunto.

Saat ini Mak Itam merupakan satu-satunya lokmotif uap yang masih berfungsi yang ada di Sawahlunto. Sebelum beroperasi sebagai salah satu angkutan wisata, Mak Itam pernah dibawa “berobat” ke Ambarawa pada tahun 1997 dan baru selesai pada tahun 2007.

Melalui surat yang bernomor 556/216/BA/PAR-SWL-20 bertanggal 03 Desember 2007, persiapan pemulangan Mak Itam  yang berada di Museum Ambarawa   mencapai   final.     Kepala    PT.   KAI memerintahkan kepada Kadaop 4 Sm, Kadivre 2 SB dan Fkr: untuk memperhatikan membantu pengiriman lok uap E1060 Mak Itam dari Ambarawa ke Sawahlunto. Dan dimulailah perjalanan panjang yang dramatisir selama 10 hari. Mak Itam tiba di Muaro Kalaban (10 Km selatan pusat kota) pada tanggal 14 Desember 2007.

Setibanya di Sawahlunto, Mak Itam disiapkan untuk melakukan perjalanan nostalgianya di kampung halaman. Karena menimbang sudah lanjutnya usia Mak Itam maka lokomotif ini hanya diberi tugas untuk melakukan perjalanan wisata bagi wisatawan yang berkunjung ke Sawahlunto.

Mak Itam beroperasi secara reguler setiap hari Minggu dengan rute Sawahlunto-Muara Kalaban- Sawahlunto. Sepanjang jalan, mata anda akan dimajakan dengan pemandangan bangunan tua peninggalan Belanda, hutan-hutan hijau dan yang paling berkesan adalah ketika anda memasuki Lubang Kalam.[2]

Lubang Kalam adalah sebuah terowongan menembus bukit batu sepanjang kurang lebih 827 m. Terowongan ini memiliki 32 lubang perlindungan bagi pejalan kaki yang melewati terowongan untuk berlindung ketika kereta api juga melintas.

Biaya untuk naik Mak Itam ini tidak mahal yaitu Rp. 15.000,-/trip, hal ini dikarenakan adanya subsidi dari Pemerintah Daerah Kota Sawahlunto untuk menutupi biaya operasional dan pemeliharaannya yang tinggi.

Namun apabila anda tidak berkesempatan datang ke Sawahlunto pada hari Minggu dan tetap ingin mencoba naik Mak Itam, tidak perlu khawatir, pihak PT.KAI memberikan jasa charter dengan biaya Rp. 2.750.000,-/trip. Mahal? Hal ini bisa diakali dengan membawa rombongan sebanyak kapasitas Mak Itam yaitu 30 orang, jadi biayanya bisa dibagi-bagi. Jadi tunggu apalagi, ayo rasakan nostalgia dengan Mak Itam. Tuuut..tuuuut..!


[1] Penyebutan Mak Itam bagi masyarakat Minangkabau pada masa dahulunya tidak hanya sebatas pada lokomotif tipe ini. Melainkan seluruh lokomotif kereta api disebut atau dipanggil dengan sebutan Mak Itam. Bahkan penyebutan “Mak Itam” tidak hanya sebatas lokomotif melainkan juga kereta api itu sendiri.

Penyebutan Mak Itam dikarenakan hampir seluruh lokomotif uap ketika itu bewarna hitam. Sehingga dikalangan masyarakat Minangkabau disandangkanlah nama “Mak Itam” untuk menyebut kereta api.

2 pemikiran pada “Wisata Nostalgia Mak Itam

  1. Yang aku tau panjang terowongan/lubang kalam Muaro Kalaban – Sawahlunto bukan 88 m, tp 827 m, termasuk terowongan kereta api terpanjang ke-3 di Indonesia, setelah Wilhelmina 1308 m dan Sasaksaat 949 m.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s