Sekilas Mengenai Workshop Kami

Workshop yang diadakan pada hari Rabu tanggal 19 Desember 2012 yang lalu merupakan salah satu program kegiatan dari Bidang Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman. Tujuannya ialah meningkatkan kemampuan staf dalam mengelola museum. Apakah itu dalam segi merawat dan memelihara, hingga ke penyajian dan penataan serta penyelenggaraan kegiatan permuseuman. Harapan dari kegiatan ini ialah agar museum tidak lagi menjadi tempat yang membosankan, berperan sebagai salah satu media pendidikan yang efektif, dan untuk menjaga keberlangsungan museum sebagai salah satu objek wisata sejarah dan budaya.

Pekerjaan membenahi dan mengembangkan museum bukanlah pekerjaan yang ringan. Membutuhkan orang-orang dari beragam keahlian dan keterampilan, memiliki visi dan kreatif. Sebagai permulaan, maka untuk sementara diundanglah dua orang pemateri dari dua disiplin ilmu dan instansi yang berbeda. Harapan dari diadakan kegiatan ini ialah supaya dapat memancing dan membuka pola fikir, perspektif, dan memancing kreatifitas dari seluruh staf museum.

Adapun para pemateri tersebut merupakan orang-orang yang berpengalaman di bidangnya. Mereka itu ialah:

Ibu Dyah Sulistyani, S.SiFoto: Koleksi MGR

Dyah Sulistyani, S.Si
Foto: Koleksi MGR

Ibu Dyah yang merupakan Sarjana Biologi lulusan Universitas Indonesia (UI). Sangat menarik sekali mengamati perjalanan karir dari ibu Dyah karena beliau sendiri tidak menyangka akan bekerja di museum. Memanglah sangat aneh terdengarnya seorang Sarjana Biologi bekerja di museum yang sekilas tidak memiliki hubungan dengan disiplin ilmu yang dikuasainya.

Namun sesungguhnya pandangan seperti ini merupakan pandangan yang keliru. Sekilas, museum memang merupakan tempat penyimpanan, perawatan, penyelamatan, dan pemameran benda-benda cagar budaya. Namun dibalik itu semua, untuk melakukan semua pekerjaan tersebut dibutuhkan tenaga-tenaga ahli dari berbagai disiplin ilmu untuk menjalankannya.

Seperti ibu Dyah yang tamatan Jurusan Biologi, keahliannya sangat dibutuhkan dalam merawat benda-benda cagar budaya. Hal ini karena benda-benda yang telah berumur sangat tua tersebut membutuhkan perhatian dan perawatan khusus. Tidak sama dengan merawat benda-benda lainnya dalam keseharian kita. Berbagai macam bentuk bakteri, serangga, ataupun virus serta lain semacamnya hanya dapat dipahami oleh seorang sarjana lulusan Biologi atau jurusan terkait lainnya. Sehingga dalam perawatannya, museum dapat menempuh jalan terbaik, terutama terbaik bagi koleksi, bagi kelangsungngan “hidup” dari koleksi itu sendiri.

Setelah selesai melakukan pemaparan dan sesi tanya jawab dengan peserta, maka acara kemudian dilanjutkan dengan touring ke lapangan. Touring dilakukan dengan melihat benda-benda koleksi di beberapa ruang pameran dan galeri yang ada di Museum Goedang Ransoem. Touring ini bertujuan sebagai bentuk lain dari “praktek lapangan”. Banyak staf yang memanfaatkan touring ini untuk berkonsultasi mengenai tata cara perawatan dan penyajian koleksi.

Dewi Turgarini. SS, M.ParFoto: Koleksi MGR

Dewi Turgarini. SS, M.Par
Foto: Koleksi MGR

Berikutnya ialah Ibu Dewi Turgarini. Ibu Dewi merupakan seorang akademisi berlatar belakang keilmuan yang beragam. Sarjana S-1 didapatnya melalui Jurusan Sejarah Universitas Padjajaran Bandung sedangkan gelar Masternya didapat dari Jurusan Ilmu Kepariwisataan. Beliau lebih menguasai segi promosi dan penyelenggaraan kegiatan permuseuman. Bagaimana cara membuat museum sebagai tempat yang menarik, bagaiman cara pengelolaan suatu museum, seperti apa saja kualitas SDM yang dibutuhkan oleh suatu museum, dan lain sebagainya.

Satu hal yang menarik dalam pemaparan Ibu Dewi, dimana sebelum beliau memulai presentasi, Ibu Dewi meminta para staf untuk duduk berkelompok sesuai dengan tupoksinya masing-masing. Tujuannya ialah untuk melihat seperti apa porsi penempatan dari staf di Museum Goedang Ranseom. Kemudian setelah itu barulah beliau memulai pemaparan beliau.

Waktu siang atau tengah hari merupakan waktu-waktu tersulit dan penuh godaan. Karena di waktu inilah kinerja dari tubuh mulai menurun, membutuhkan perjuangan untuk mempertahankan diri agar tetap fokus. Tampaknya hal tersebut disadari betul oleh ibu Dewi. Beliau berusaha untuk tampil seelegan mungkin berusaha menghidupkan suasana guna menarik perhatian peserta agar tetap fokus pada materi yang disampaikan.

Di akhir pemaparan, beliau memberikan semacam “tugas” kepada para staf. Beliau meminta agar para staf membuat di kertas selembar mengenai deskrips, tujuan, dan visi mereka mengenai tugas mereka di tupoksi mereka saat ini. Hal ini untuk melihat sejauh mana para staf memahami dan menguasai tugas mereka, serta untuk melihat ide-ide baru yang muncul dari para staf. Untuk mengukur sejauh mana kreatifitas mereka serta visi yang ada mengenai museum dan pekerjaan mereka ke depan.

Sesi dengan Bu Dewi berakhir pada pukul 16.30  ditutup dengan acara foto bersama. Namun sayang, Ibu Dyah telah berangkat kembali ke Jakarta siang tadi. Rupanya Bu Diyah memiliki jadwal yang ketat, beruntung beliau masih dapat meluangkan waktunya ke Sawahlunto. Diharapkan acara semacam workshop dan pelatihan dapat lebih sering lagi dilakukan untuk para staf Museum Goedang Ransoem.

foto-foto:

1. Touring dengan Bu Dyah

IMG_3790

Melihat ketel
foto: Koleksi MGR

CIMG0054

Memeriksa koleksi replika menu makanan
foto: koleksi MGR

CIMG0034

Melihat koleksi alu
foto: koleksi MGR

CIMG0047

Mendengar pertanyaan dari para staf
foto: koleksi MGR

2. Bu Dewi

Ibu Dewi sedang meberikan pemaparan.Foto: Koleksi MGR

Ibu Dewi sedang meberikan pemaparan.
Foto: Koleksi MGR

Mencoba Teodolit di MKAFoto: Koleksi MGR

Mencoba Teodolit di MKA
Foto: Koleksi MGR

Para staf sedang membuat "tugas"Foto: Koleksi MGR

Para staf sedang membuat “tugas”
Foto: Koleksi MGR

CIMG0101

Berpose bersama
Foto: Koleksi MGR

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s