Sawahlunto & Amran Nur

Oleh: Redaksi

Ir. H. Amran Nur Foto:  Koleksi MGR

Ir. H. Amran Nur
Foto: Koleksi MGR

Sawahlunto, nama itu begitu sering disebut orang pada masa sekarang. Kebetulan kami bertugas di Museum Goedang Ransoem yang berada di bawah naungan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto. Kebanyakan pengunjung yang datang bertandang ke museum kami ialah para pelancong dari luar daerah. Beberapa orang menyatakan kekagumannya, tidak hanya kagum dengan museum kami melainkan juga kagum dengan kota kecil ini. Pujian yang mereka lontarkan untuk kota ini selalu beriringan dengan ungkapan rasa kagum kepada walikota kami Bapak Amran Nur.

Beruntung kami ditugaskan di museum. Museum yang bagi kebanyakan penduduk lokal dan turis domestik lainnya dianggap sebagai tempat yang membosankan, tempat yang jauh dari kata “menarik”. Namun sesungguhnya orang-orang yang mengunjungi museum ini ialah orang-orang terpilih. Orang-orang yang memiliki keinginan dari lubuk hati untuk mengerti dan memahami sejarah Kota Sawahlunto. Orang-orang seperti ini biasanya berasal dari kalangan pejabat, pengusaha, akademisi, mahasiswa, ataupun para perantau.

Dari mereka inilah kami mengetahui nama besar Sawahlunto di luar propinsi kami ini. Sawahlunto yang oleh penduduk Sumatera Barat selalu diidentikkan dengan nama “Sijunjung” karena dahulu pernah berada dalam satu pemerintahan dengan nama ‘Kabupaten Sawahlunto Sijunjung”. Namun tidak bagi para tamu-tamu kami yang kebanyakan pelancong dari luar daerah. Tampaknya bagi mereka Sawahlunto lebih besar dari Propinsi Sumatera Barat itu sendiri.

Sawahlunto & Amran Nur, telah menjadi dua nama yang tak dapat dipisahkan. Sebab kedua nama tersebut saling melekat, Sama kiranya seperti nama Yaser Arafat untuk Palestina ataupun Mahatir Muhammad untuk Malaysia. Bahkan terkadang sosok seorang pemimpin jauh lebih besar dari daerah yang dipimpinnya.

Dunia Pariwisata yang menjadi tumpuan utama bagi Pemerintah Kota Sawahlunto semakin mendapat tempat di masa kepemimpinan Bapak Amran Nur. Kota yang diyakini akan mati, menyusut, hingga tak berpenghuni dimana segala kepesimisan melanda penduduk kota. Akhirnya berubah menjadi gerak penuh keyakinan dan optimis dalam menatap hari esok.

Dunia Pariwisata di Sumatera Barat memang telah terlanjur tersematkan pada satu kota yang memikat hati setipa pelancong. Namun Sawahlunto dengan gagah dan penuh keyakinan berhasil merebut hati para wisatawan. Mereka “digiring” untuk datang ke kota kecil ini, memalingkan diri walau untuk sejenak. Namun walau sejenak, kota ini telah berhasil meninggalkan kesan mendalam bagi mereka. Tidak ada satu kotapun di Sumatera Barat yang masih memelihara dan mempertahankan berbagai bangunan peninggalan masa Kolonial Belanda, namun hal tersebut tidak berlaku bagi Sawahlunto.

Namun daripada itu salah satu keunggulan dari Dunia Pariwisata di Kota Sawahlunto ialah kehidupan kesenian. Beragam seni dan budaya dipelihara, dibina, dan dikembangkan oleh kota ini. memalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan beragam pertunjukan seni digelar. Seperti contohnya ialah “acara ngamen” yang telah beberapa bulan terakhir ini rutin dilaksanakan di kota ini. Dalam acara ngamen ini diundanglah beberapa seniman untuk mempertontonkan keahlian mereka dalam bermain musik, terutama musik khas atau musik tradisional.

Kemajuan yang dicapai oleh Sawahlunto di bawah kepemimpinan Bapak Amran Nur telah menjadi buah bibir. Namun seperti kata orang bijak “mempertahankan lebih susah daripada meraih..”. Akankah segala prestasi yang dicapai dapat dipertahankan oleh kota ini? masa kepemimpinan Bapak Amran Nur akan segera berakhir, berdasarkan peraturan di negara ini beliau tidak dapat lagi memperpanjang masa kepemimpinannya. Amran Nur putera Sawahlunto telah menunaikan tugasnya, dirinya telah menuliskan sejarah di kota ini, seperti kata Saidina Ali “Setiap Generasi Menulis Sejarahnya Sendiri-sendiri..” dan ini merupakan sejarah dari Amran Nur. Bagaimana dengan pemimpin sesudah beliau?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s