Makanan Khas Sawahlunto

Mie Ayam Mangkuk

Bakso MangkukFoto: Koleksi MGR

Mie Ayam Mangkuk
Foto: Koleksi MGR

Pernahkah anda makan bakso atau mie ayam (pangsit)? Kalau pernah, lalu pernahkah anda memakan atau mendengar perihal “Bakso Mangkuk”?

Adalah Sawahlunto, sebuah kota yang terletak di Sumatera bagian Tengah tepatnya Propinsi Sumatera Barat sekarang. Di kota ini sangat banyak sekali masyarakat Jawanya, hal ini tentunya tak terlepas dari sejarah pendirian kota ini oleh Belanda pada masa dahulu. Dahulu, Sawahlunto merupakan kota tambang namun semenjak awal tahun 2000-an deposit batubara di kota ini mulai menurun sehingga banyak dari penduduk kota ini yang pindah atau dipindahkan.[1]

Namun semenjak pemerintah kota mencanangkan “pariwisata” sebagai tujuan utama dari kota ini. Maka kota yang hampir mati inipun mulai menggeliat bangkit. Tujuan utama dari dunia pariwisata di kota ini ialah wisata hiburan, maklumlah yang kebanyakan datang ialah pelancong dari dalam daerah Sumatera Barat. Wisata hiburan semacam waterboom[2] ataupun Kawasan Wisata Kandih merupakan jenis obejk wisata penunjang sedangkan objek wisata utama di kota ini ialah Museum Goedang Ransoem, Mueum Kereta Api, dan Galery Infobox & Lubang Tambang Mbah Soero.

Sebenarnya kota ini memiliki potensi dalam hal makanan atau kuliner. Dimana kota ini memiliki satu produk makanan yang lain dari yang lain,  yakni “Bakso Mangkuk”. Namun sebenarnya nama yang disandangkan kepada makanan ini tidaklah cocok, seharusnya “Mie Ayam Mangkuk” atau “Pangsit Mangkuk”.

Menunya masih sama yakni mie ayam atau biasa juga disebut dengan pangsit. Hanya saja kalau mie ayam biasa dihidangkan dalam mangkuk maka untuk yang satu ini mie ayamnya masih dihidangkan dalam mangkuk namun mangkuknya bukan mangkuk porselen. Mangkuknya terbuat dari kerupuk, di dalamnya telah ada mie ayam yang telah diramu oleh pembuatnya. Hanya saja kuahnya dipisahkan dari mie ayam tersebut. Nah, silahkan tuan, engku, dan encik melahapnya akan terasa beda nikmatnya.

Salah seorang kenalan dari Malaysia sangat suka dan memuji hidangan “Mie Ayam Mangkuk” ini. Katanya “Saya telah mengunjungngi beberapa daerah di Indonesia dan Asia Tanggara dan dengan ini saya berani menyimpulkan bahwa “Mie Ayam Mangkuk” inilah yang paling nikmat rasanya..” Kami tersenyum-senyum bangga mendengarnya.

Namun sayangnya, kedai Mie Ayam Mangkuk ini masih sederhana. Pemiliknya mebuat kedai sederhana di muka rumahnya sebagai tempat untuk meramu masakannya serta menjual beberapa barang dagangan. Sedangkan tempat untuk makan, disediakanlah kursi dan meja di teras muka rumahnya. Kalau huja lebat, kita bisa kasewek-an[3] .

Sedangkan pemilik dan pembuat dari Mie Ayam Mangkuk ini rupanya seorang anak muda, Kiki namanya, berusia sekitar akhir duapuluhan dan awal tigapuluhan. Katanya keahlian ini didapatnya dari om atau pamannya yang membuka usaha serupa di Bengkulu. Semua bahan dibuat sendiri olehnya, mulai dari membuat mie yang menurutnya tak pakai pengawet sehingga dia sengaja membuat terbatas sebab kalau tak habis maka akan lekas basi. Bumbu dan minyaknya dibuat sendiri oleh Kiki (begitu namanya), katanya minyak yang digunakan berasal dari minyak ikan.

Kiki mengaku telah ada yang menawari untuk membuatkan dia sebuah kedai. Namun ditolaknya sebab kedai yang hendak dibuat berada di luar Sawahlunto dan dia sendiri tidak yakin akan berkembang. Tentunya berdasarkan penilaiannya sendiri.

Produk Mie Ayam Mangkuk ini diakuinya merupakan hasil dari ciptaannya sendiri (kreasi). Dan menurutnya belum ada orang yang membuat hal yang sama. Hanya saja dia menjelaskan kalau dahulu semasa di Bengkulu dia pernah membuat hal yang serupa bersama Sang Om. Namun semenjak dia pindah ke Sawahlunto, peminatnya mulai berkurang sebab tangan yang membuat telah berbeda pula.

Begitulah tuan, salah satu kuliner hasil dari kreasi anak muda. Namun sayangnya belum ada yang memperhatikan. Kami yakin, ditangan seorang pedagang handal,  usaha ini akan berkembang. Insya Allah..


[1] Maksud kami dipindahkan ialah bagi karyawan perusahaan tambang negara yang bernama PT. BA-UPO. Kebanyakan dari karyawan ini dipindahkan ke Tanjung Enim di Sumatera Selatan ataupun pertambangan batubara di Pulau Kalimantan. Pada masa sekarang, jumlah karyawan mereka hanya tinggal ratusan dari semula yang berjumlah ribuan. Kebanyakan tugas mereka sekarang ialah menjaga aset dari perusahaan yang tak terbilang banyaknya.

[2] Sawahlunto merupakan pencetus (pioneer) dibukanya waterboom di Sumatera Barat. Pada masa awal, waterboom di Sawahlunto sangat populer sebab jenis wisata serupa belum ada di Sumatera Barat. Namun pada masa sekarang telah banyak daerah yang membuka jenis wisata yang sama. Saingan berat Sawahlunto dalam hal ini ialah Minangkabau Fantasi (Mifan) di Kota Padang Panjang.

[3] Kena deraan air huja yang ditiup oleh angin.

5 pemikiran pada “Makanan Khas Sawahlunto

  1. terimakasih ya Winny, sudah di follow back, blog kamu juga sudah masuk ke dalam “blog sahabat” kami, silahkan di cek.

    benar-benar anak muda yang enerjik, kami salut sekali melihat kiprah kamu.
    good luck ya and sukses selalu..:-)

    salam dari Kota Arang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s