Koleksi Songket MGR

Ibu Judi Kurator Songket asal KanadaGambar: Koleksi MGR

Ibu Judi Kurator Songket asal Kanada
Gambar: Koleksi MGR

Pada hari Selasa tanggal 12 Februari 2013 ini Museum Goedang Ransoem kedatangan tamu seorang Kurator Songket berkebangsaan Kanada yang bernama Ibu Judi.K.Achjadi ditemani oleh Bapak Beni dan Ibu Ani dari Museum Tekstil Jakarta. Mereka datang guna persiapan untuk pameran songket yang rencananya akan diadakan oleh Museum Tekstil di Jakarta. Rombongan ini datang dengan ditemani oleh Bapak Tatang dan Bapak Reza dari Dinas Perindagkop serta Bapak Medi, Ibu Yulianti Fadma, Bapak Bustanul Arifin, dan Ibu Chika dari Dinas Pariwisata.

Kamipun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini, karena pada dasarnya pengetahuan kurator dan para staf lainnya perihal songket memanglah sangat minim. Kamipun masih ragu dengan berbagai koleksi yang kami miliki, yang manakah koleksi yang berasal dari Silungkang dan manapula koleksi yang berasal dari daerah lain.

Melihat proses pembuatan songket di Kampung Tenun Silungkang.Gambar: Koleksi MGR

Melihat proses pembuatan songket di Kampung Tenun Silungkang.
Gambar: Koleksi MGR

Ketika kami tunjukkan seluruh koleksi yang kami miliki, sang kurator beberapa kali menyatakan kekagumannya. Ada beberapa dari koleksi kami yang corak dan ragamnya baru ditemukannya sekarang. Dengan peralatan kaca pembesar mungilnya yang tampaknya memang khusus digunakan untuk meneliti kain songket, beliau sangat khusyuk memeriksa. Kami hanya diam menanti penilaian yang akan diberikannya.

Memeriksa salah satu koleksi songket kami dengan bantuan kaca pembesar.Gambar: Koleksi MGR

Memeriksa salah satu koleksi songket kami dengan bantuan kaca pembesar.
Gambar: Koleksi MGR

Beliau sempat menasehati kami agar hati-hati dengan setiap koleksi, beliau memuji dengan cara kami memperlakukan koleksi yakni dengan cara menggulung, bukan melipat. Namun beliau mengingatkan agar ketika menggulung kain songket ini, sebaiknya dilakukan dengan memposisikan motif songket pada bahagian depan. Selama ini kami melakukan dengan cara sebaliknya, rupanya cara ini salah.

Beliau juga mengingatkan agar tatkala menyentuh ataupun memegang koleksi yang terbuat dari sutera. Sebaiknya dilakukan dengan memastikan kondisi tangan berada dalam keadaan bersih. Karena hal tersebut dapat merusak koleksi. Sebaiknya setiap hendak menyentuh koleksi digunakan sarung tangan.

Songket dengan motif garuda di SilungkangGambar: Koleksi MGR

Songket dengan motif garuda di Silungkang
Gambar: Koleksi MGR

Selepas melihat seluruh koleksi kami, para tamu kami antarkan ke Silungkang, ke tempat asal songket dari Sawahlunto. kami menemui beberapa pengrajin, bertandang ke rumah mereka. Kamipun tak lupa singgah ke Kampung Songket yang berada di tepi Jalan Lintas Sumatera. Disini kepada kami diperlihatkan kain songket dengan motif Burung Garuda, lambang negara kita.

Bagi mata kebanyakan orang motif ini biasa, namun apabila kita tahu bagaimana susah teknik pembuatannya, maka kita akan kagum sendiri. Pembuat motif Burung Garuda ini telah lama meninggal dan sekarang motif tersebut diwarisi kepada anaknya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s