“PERIUK BESAR / KETEL” (KOLEKSI MUSEUM GOEDANG RANSOEM)

Oleh : Amitri Yulia, SS

Langsang, diletakkan dibagian dalam ketel. Sumber Foto: Koleksi MGR

Langsang, diletakkan dibagian dalam ketel.
Sumber Foto: Koleksi MGR

“Museum Goedang Ransoem”. Sesuai dengan namanya, bangunan museum ini  dipergunakan sebagai  Dapur Umum di Zaman Kolonial Belanda.[1] Berbagai perlengkapan memasak dalam ukuran besar dipergunakan di Dapur Umum ini. salah satunya adalah periuk (ketel).

Pada tahun 2005 ketika bangunan Dapur Umum dijadikan sebagai sebuah museum,[2] maka Periuk Besar (ketel) menjadi salah satu koleksi utama di museum ini. Periuk besar (Ketel) dibuat pada tahun 1894 di Jerman.[3]

Ketika Dapur Umum mulai beroperasi pada tahun 1918, koleksi periuk ini digunakan oleh pekerja Dapur Umum di zaman Kolonial Belanda untuk memasak nasi, lauk-pauk, sayur serta air minum untuk pekerja Perusahaan Tambang Batubara Ombilin yang berjumlah ribuan orang.

Periuk besar atau ketel ini rata-rata memiliki ukuran diameter 123,5 – 163 cm, tinggi 60 – 70 cm, (belum termasuk tutup periuk), tebal 1,2 – 4,5 cm dan terdiri dari 4 (empat) bagian,[4] yaitu :

  1. Periuk lapisan luar, yang berfungsi sebagai alas dari periuk lapisan dalam, dan menghubungkan antara periuk (ketel) dengan pipa-pipa uap.
  2. Periuk lapisan dalam (ketel) yang berfungsi untuk meletakkan langsang dan air dalam proses memasak nasi.
  3. Langsang, berfungsi sebagai tempat meletakkan beras.
  4. Dan terakhir penutup periuk yang berfungsi untuk menutup periuk ketika proses memasak.
Tutup periuk, cukup berat untuk diangkat oleh satu orang. Memiliki tiang katrol untuk mengangkatnya dari ketel. Sumber Foto: Koleksi MGR

Tutup periuk, cukup berat untuk diangkat oleh satu orang. Memiliki tiang katrol untuk mengangkatnya dari ketel.
Sumber Foto: Koleksi MGR

Periuk besar ini, cukup berat dan hanya dapat di angkat oleh 6 (enam) atau 8 (delapan) orang dewasa. Oleh karena itu, dahulu ketika Dapur umum masih berfungsi, terdapat tiang yang memiliki katrol dan sebuah engkol pemutar rantai, dekat pangkal tiang yang berfungsi untuk menaikkan atau menurunkan langsang dan tutup periuk saat akan dan selesai memasak. Tiang itu memiliki ketinggian sekitar 2 (dua) meter.[5]

Dari hasil pencarian koleksi tahun 2005 sampai sekarang, terdapat 6 (enam) periuk lapisan luar, 6 (enam) periuk (ketel), 5 (lima) langsang dan 1 (satu) tutup periuk. Koleksi ini diperoleh dari masyarakat dengan kondisi yang sudah terpisah dari ke 4 (empat) bagian periuk tersebut. Bahkan hingga saat ini beberapa periuk besar itu masih terdapat pada masyarakat yang mereka pergunakan untuk menampung air.

Untuk itu, dihimbau kepada masyarakat yang pernah melihat atau mengetahui keberadaan periuk besar ini agar dapat menginformasikan kepada staf yang bekerja di Museum Goedang Ransoem. Kemudian bagi masyarakat yang memiliki koleksi tersebut, diharapkan dapat bekerjasama dengan Bidang Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Dinas Pariwisata & Kebudayaan Kota Sawahlunto dalam hal pelestarian benda cagar budaya yang dilindungi oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Daftar Pustaka

Laporan penelitian dan Riset Sejarah Benda, “ Dari Dapur Umum 1918 Hingga Museum Goedang Ransoem 2005”. Kerja sama Pemerintah Kota Sawahlunto C.Q UPT. Peninggalan Bersejarah Kantor Pariwisata dengan Pusat Studi Humaniora Universitas Andalas Padang, 2006.

Sumber Foto: Koleksi Museum Goedang Ransoem


[1] Laporan penelitian dan Riset Sejarah Benda, 2005. Hal.57

[2] Ibid. hal. 58

[3] Ibid. hal. 66-67

[4] Ibid. hal.65

[5] Ibid. hal. 66

Satu pemikiran pada ““PERIUK BESAR / KETEL” (KOLEKSI MUSEUM GOEDANG RANSOEM)

  1. Ping balik: 2016: Hadir Kembali… | Museum Goedang Ransoem

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s