Konservasi Songket

Oleh: Fachrie Ahda

Salah satu  songket yang sedang dikonservasi Foto: Koleksi MGR

Salah satu songket yang sedang dikonservasi
Foto: Koleksi MGR

Museum merupakan lembaga tempat penyimpanan, perawatan, pengamanan, dan pemanfaatan benda-benda bukti materil hasil budaya manusia serta alam lingkungannya guna menunjang upaya perlindungan dan pelestarian kekayaan budaya bangsa.[1] Salah satu upaya dalam usaha perawatan tersebut ialah konservasi koleksi.

Museum Goedang Ransoem memiliki beberapa koleksi, salah satunya ialah kain songket. Terdapat beragam kain songket di Museum Goedang Ransoem. Beragam jenis, ukuran, daerah asal, dan usia. Terdapat kain songket yang telah berusia di atas dua ratus tahun yang dimiliki oleh Museum Geodang Ransoem.

Masing-masing koleksi harus dijaga dan dirawat, tidak terkecuali kain songket. Bertepatan dengan hari Senin tanggal 4 Maret 2013 yang lalu dimulailah konservasi songket. Terdapat delapan kain songket yang akan dikonservasi selama dua pekan ini (sampai tanggal 15 maret 2013). Kain songket yang akan dikonservasi ialah kain songket yang berasal dari Nagari Silungkang Kota Sawahlunto.

Konservasi koleksi bukanlah perkara mudah karena kita harus mengikuti kaidah-kaidah yang telah ditentukan. Lain cara atau teknik yang dipakai untuk mengkonservasi koleksi yang terbuat dari logam. Lain pula cara yang dipakai untuk mengkonservasi koleksi yang terbuat dari bahan tekstil atau bahan-bahan lainnya.

Songket termasuk kepada koleksi yang terbuat dari bahan tekstil. Konservasi songket dilakukan dengan beberapa cara berdasarkan keadaan songket sebelum dikonservasi.

Menjahit songket ke kain vuring Gambar: Koleksi MGR

Menjahit songket ke kain vuring
Gambar: Koleksi MGR

Koleksi yang akan dikonservasi berasal dari beragam usia dan keadaan. Bagi koleksi yang masih muda, cukup dibersihkan dengan cara divakum. Sedangkan bagi koleksi yang sudah berusia tua. Konservasi dilakukan dengan cara menjahit dibagian yang rusak (robek) pada kain vuring,[1] dan membersihkan dengan cairan pembersih pada bagian yang kotor/ bernoda.

Setelah selesai dikonservasi, kain disimpan dengan cara menggulung. Kain digulung dengan menggunakan pipa paralon berdiameter 2,5 inci. Paralon tersebut dilapisi dengan busa (sterofom) dan selanjutnya digulung dengan kain blacu. Kemudian kain tersebut dijahit agar tidak lepas dari paralon yang sudah dilapisi sterofom.

Sebelum digulung, kain songket terlebih dahulu dilapisi dengan kertas bebas asam. Setelah itu songket dapat digulung dengan menggunakan pipa paralon yang telah dilapisi oleh sterofom dan kain blacu.

Selepas digulung maka sekali lagi gulungan kain tersebut dilapisi kembali dengan kain blacu. Tak lupa kain tersebut diikat dengan pita dan label identitas koleksi.

Kemudian terakhir, koleksi disimpan di tempat yang kering dan sejuk. Hal ini berguna untuk menjaga ketahanan baik dari segi fisik maupun umur dari koleksi itu sendiri.

Langkah-langkah tersebut hanyalah untuk satu jenis koleksi dengan keadaan yang tidak begitu parah. Bagi koleksi lain yang berbeda jenis dan berbeda pula tingkat keparahan. Maka teknik dan metode yang ditempuhpun berbeda pula. Insya Allah, hal tersebut akan kita bahas pada kesempatan lain.

Daftar Pustaka

Pedoman Peminjaman Koleksi Museum. Diroktirat Museum. Direktorat Jendral. Direktorat Jenderal Sejarah & Purbakala. Dept. Kebudayaan & Pariwisata

Said, Nawar. H PM. Songket Silungkang.Cita Kreasindo. Jakarta, 2007

Sumarno Andia, dkk. Panduan Perawatan Kain. Museum Tekstil, Jakarta, 2012


[1] Vuring ialah kain tambahan untuk lapisan dalam. Berguna sebagai penyangga dan penjaga kain utama yang telah berusia tua.


[1] Pedoman Peminjaman Koleksi Museum. Diroktirat Museum. Direktorat Jendral. Direktorat Jenderal Sejarah & Purbakala. Dept. Kebudayaan & Pariwisata. Hal.9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s