Asean Workshop Heritage in Sawahlunto

Pembukaan

Pembukaan

Pada pekan kedua di bulan Juni, Sawahlunto menjadi tuan rumah bagi acara dua workshop yang diadakan oleh Kementrian Pariwisata. Workshop pertama mengambil tema “Asean Workshop Heritage” dan yang kedua mengambil tema “International Homestay fair 2013”. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Sawahlunto ikut serta membantu keberlangsunngan kedua acara ini.

Beberapa orang staf museum sedang antri untuk mengambil makan siang di Ged. GPK

Beberapa orang staf museum sedang antri untuk mengambil makan siang di Ged. GPK

Empat orang staf museum beserta dua orang staf dari Dinas Pariwisata serta satu orang staf dari Bappeda ikut diperbantukan sebagai Loison Officer (LO) pada acara Asean Workshop Heritage. Mereka itu ialah Fakhri yang mendampingi tamu dari Filipina, Sevly Eka Putri yang mendampingi tamu dari Myanmar, Yuristya Mega yang mendampingi tamu dari Thailand dan Vietnam, Amitri Yulia yang mendampingi tamu dari Malaysia, Nahda Kanara yang mendampingi tamu dari Kamboja, Fidal Aulia Rahmat yang mendampingi tamu dari Brunei, dan Gusnely dari Bappeda yang mendampingi tamu dari Kamboja. Sedangkan sebagai peserta ikut serta Kabid Museum Ibu Kurnia Febra, Kasi Peninggalan Bersejarah Bapak Gino, dan dua orang staf Ibu Nizes Mise dan Bapak Ronald.

Pembukaan Workshop dan Homestay di GPK pada hari Selasa

Pembukaan Workshop dan Homestay di GPK pada hari Selasa

Acara Asean Workshop Heritage berlangsung tiga hari yakni sedangkan acara International Homestay fair 2013 berlangsung dua hari. Acara ini dibuka sendiri oleh Bapak Walikota Sawahlunto pada hari selasa tanggal 11 Juni 2013 dan ditutup pada Rabu malam tanggal 12 Juni 2013. Pembukaan berlangsung di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK) sedangkan penutupan dilakukan di halaman depan Rumah Dokter yang terletak di belakang Wisma Ombilin. Pada malam tersebut diadakan Garden Party dengan diselingi hiburan permainan Kim.

Prof. Nusyirwan Guru Besar Antropologi yang juga Dekan FISP Unand menjadi salah satu fasilitator dalam acara ini.

Prof. Nusyirwan Guru Besar Antropologi (Berkacamata) yang juga Dekan FISP Unand menjadi salah satu fasilitator dalam acara ini.

Para staf museum berperan total pada acara workshop sedangkan pada acara homestay ditangani oleh para staf dari bidang lain di Dinas Pariwisata. Acara workshop dibagi kepada tiga seri, seri pertama ialah seminar yang diadakan pada hari Selasa selepas pembukaan di Gedung Wisma Ombilin yang berada di sebelah GPK. Seminar hanya berlangsung sampai waktu istirahat siang selepas itu para peserta dibawa berkeliling ke tiga objek wisata utama yang berada di Pusat Kota yakni Museum Kereta Api, Galery Info Box dan Lubang Tambang Mbah Soero, serta Museum Goedang Ransoem. Kemudian para peserta dibawa ke Nagari Talawi guna melihat proses pembuatan kerajinan tangan penduduk setempat.

Kunjungan ke Museum Goedang Ransoem

Kunjungan ke Museum Goedang Ransoem

Seri kedua yakni pada hari Rabu ialah turun ke lapangan ke beberapa situs bersejarah di Kabupaten Tanah Datar yakni ke Nagari Tabek dimana terdapat Balairung Sari yang telah berumur tua. Disini para peserta dijamu dengan makan bajamba di gedung Balai Rung Sari kemudian ada pertunjukan tari tradisional, pencak silat, dan pembuatan masakan rendang.

Berfoto bersama selepas ikut mencoba mencat payung khas buatan pengrajin Talawi

Berfoto bersama selepas ikut mencoba mencat payung khas buatan pengrajin Talawi

Kemudian para peserta dibawa ke objek wisata Batu Angkek-angkek dan Istano Pagaruyuang. Dari objek wisata Batu Angkek-angkek, para peserta kemudian dibawa singgah lebih dahulu ke Kantor Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Tanah Datar yang menempati gedung tua bekas bangunan Benteng Fort Vander Capellen di Batusangkar. Disini para peserta dan panitia dijamu dengan makanan khas yakni Sipuluik Sarikayo dengan dikawani minuman “Kawa Daun”.

Makan bersama di Balarung Sari Nagari Tabek Kab. Tanah Datar

Makan bersama di Balarung Sari Nagari Tabek Kab. Tanah Datar

Seri ketiga yakni pada hari Kamis merupakan diskusi yang diadakan di GPK. Acara ini hanya berlangsung sampai jadwal makan siang. Selepas itu para peserta yang berasal dari beberapa negara Asean tersebut berkemas untuk berangkat menuju Padang. Di Padang mereka menginap selama satu malam dan pada keesokan harinya yakni pada hari Jum’at, mereka bertolak ke negara masing-masing.

DSC_0302Terdapat sesuatu yang menarik minat para peserta Asean Workshop Heritage ini yakni Transportasi Odong-odong yang digunakan panitia untuk membawa para peserta dari hotel ke lokasi seminar dan ke objek wisata. Mereka terlihat antusias dan beberapa kali bertanya kepada para LO “Gerangan apakah nama kendaraan ini?”

Odong-odong yang menjadi kendaraan para peserta di dalam kota

Odong-odong yang menjadi kendaraan para peserta di dalam kota

Ketika dijawa odong-odong, lidah mereka yang kaku belum terbiasa menjadi melafadzkan agak berlainan. Hal ini menjadi bahan tertawaan bagi yang lainnya. Berkali-kali mereka bertanya “Apakah kita akan naik kendaraan ini lagi?” yang dijawab dengan senyuman oleh para LO.

Itulah kesibukan kami pada pekan kedua bulan Juni ini. Pada pekan berikutnya yakni pekan ketiga, telah menanti pula kesibukan lainnya yakni “FGD Pembahasan Tentative List dan Dokumen Draf Dossier Sawahlunto” menuju World Heritage. Yang rencananya akan diadakan di Ruang Rapat Gedung Balai Kota Sawahlunto.

DSC_0237

Pertunjukan Tari Payung oleh Gadis Belia di Nagari Tabek

DSC_0262

Pertunjukan Permainan Pencak oleh para Pandeka Muda di Nagari Tabek

DSC_0287

Pembuatan Rendang yang didemonstrasikan oleh para Bundo Kanduang di Nagari Tabek

DSC_0274

Beberapa orang peserta diajari beberapa jurus dalam permainan Pencak

DSC_0282

Para penari dan peserta

DSC_0325

Salah seorang peserta workshop daro Filipina mencoba mengangkat Batu Angkek-angkek

IMG_4957

Fort Vander Capellen yang sekarang menjadi Kantor Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Tanah Datar

IMG_4965

“Paminum Kawa” Petang Hari di Fort Vander Capellen

DSC_0341

Berfoto bersama staf Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kab. Tanah Datar

DSC_0406

Perpose di depan Istano Pagaruyuang

DSC_0383

Perpose di dalam Istano Pagaruyuang

IMG_5010

Beberapa orang LO dan Peserta di malam penutupan

Tambahan Gambar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s