Menikmati Kota Tua selama TDS

Oleh: Rosita Cahyani, S.Sos

Gedung Koperasi Karyawan PT.BA-UPO. Dimasa Kolonial merupakan Koperasi Onsblang

Gedung Koperasi Karyawan PT.BA-UPO. Dimasa Kolonial merupakan Koperasi Onsblang

Tour de Singkarak V akan digelar pada bulan Juni 2013. Agenda tahunan balap sepeda kali ke lima ini memiliki  jarak tempuh 1000 KM. Pembalap sepeda Tour de Singkarak (biasa disingkat TDS) akan melintasi 16 kota/kabupaten di Sumatera Barat diantaranya ialah; Padang, Pariaman, Padangpanjang, Solok, Bukittinggi, Sawahlunto, Payakumbuh, Solok, Pesisir Selatan, Solok Selatan, Sijunjung, Tanah Datar, 50 Kota, Agam (Tribun Pekanbaru – Kamis, 7 Februari 2013)

Sebagai salah satu kota yang akan di lintasi peserta TDS, Kota Sawahlunto memusatkan pelaksanaan kegiatan  di Kawasan Wisata Kota Lama Sawahlunto yang dibangun oleh Belanda pada periode akhir abad ke-19. Proses pertumbuhan kota ini berjalan seiring dengan aktivitas pertambangan batubara. Meski menempati topografi yang relatif ‘rumit’ dikawasan Lembah Segar dan merupakan pusat kota dimana Kawasan Kota Lama terletak. Namun Sawahlunto tetap tumbuh dan berkembang layaknya sebuah kota, dengan dinamikanya sendiri memberikan kepada kita sebuah pemandangan kota yang unik dan menarik tentunya  hingga hari ini.

Saat ini, meski aktivitas penambangan batubara tidak lagi menjadi primadona. Namun banyak situs dan bekas bangunan yang digunakan sebagai sarana dan prasarana pertambangan dimasa lalu hingga sekarang menjadi land mark dan memperkuat citra Sawahlunto Sebagai Kota Wisata Tambang Berbudaya. Segenap peserta, official, awak media, penikmat dan pengunjung Tour de Singkarak, begitu sampai di Sawahlunto dapat menimati suasana Kota Tua Sawahlunto yang telah diorganisir melalui program revitalisasi dan konservasi bangunan tua bersejarah sebagai objek wisata.

Pendataan bangunan bersejarah pada tahun 1991 oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Batusangkar telah menjadi titik awal program pelestarian di Kota Sawahlunto. Kemudian pada  tahun 2002 pemerintah Kota Sawahlunto melakukan inventarisasi bangunan bersejarah, dan dilanjutkan dengan  tahun-tahun berikutnya, terutama sejak tahun 2005 hingga sekarang dilakukan revitalisasi di kawasan kota lama seperti, pedestrian, lapangan segitiga, lampu jalan, taman kota dan lain-lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s