Evolusi Sepeda

Hobby Horses dan Celeriferes. Foto: http://spedaontel.wordpress.com/about/

Hobby Horses dan Celeriferes.
Foto: http://spedaontel.wordpress.com/about/

Sepeda merupakan alat transportasi yang sangat disukai dari segala kalangan baik anak – anak maupun dewasa. Selain sebagai alat transportasi sepeda juga bisa dijadikan sebagai sarana berolah raga. Meskipun fungsi sepeda mulai digantikan dengan sepeda motor dan mobil namun sepeda sendiri masih banyak penggemar dan peminatnya. Yang sangat penting,  sepeda tidak membutuhkan bahan bakar yang dapat menyebabkan polusi udara.

Pada awalnya, sepeda hanya memiliki dua roda  yang terbuat dari papan dan dihubungkan pada sebuah rangka kayu, cikal bakal sepeda ini diberi nama Hobby Horses dan Celeriferes. Walaupun hanya berbentuk seperti itu tapi cukup sangat membantu. Sepeda tersebut di temukan di inggris sekitar tahun 1790

Di tahun 1818,Baron Karl Von Drais seorang mahasiswa matematika dan mekanik di Heidelberg, Jerman menyempurnakannya dengan mekanisme kemudi pada roda bagian depan sehingga roda depan bisa berbelok kekanan atau kekiri, dengan mengambil tenaga gerak dari kedua kaki. Von Drais menyebut kendaraan ini Draisienne.

Tahun 1839 di Inggris, Seorang yang bekerja sebagai pandai besi yang bernama Kirkpatrick Macmillan menyempurnakan kendaraan tersebut dengan menambahkan batang penggerak yang menghubungkan antara roda belakang dengan ban depan Draisienne, dan meletakan sebuah pedal kayu untuk menggerakannya roda. Untuk bisa menjalankannya, tinggal mengayuh pedal yang ada.

Rancangan Pedal Sepeda yang Dipatenkan oleh Pierre Lallement

Rancangan Pedal Sepeda yang Dipatenkan oleh Pierre Lallement
Foto: http://en.wikipedia.org/wiki/Pierre_Lallement

Upaya penyempurnaan terus dilakukan oleh para penemu Perancis, Ernest Michaux pada tahun 1855, dengan membuat pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil, beliau  membuat sepeda yang dijalankan dengan pedal. Dengan pedal, mengendarai sepeda akan menjadi lebih ringan dan menyenangkan. Agar sepeda dapat berlari kencang, maka ia memperbesar roda depannya. Makin sempurna setelah Pierre Lallement di tahun 1865 memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg). Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar dari pada roda belakang.

James Starley, di tahun 1870 mulai membuat sepeda dengan roda depan yang sangat besar sedang roda belakangnya sangat kecil. Starley juga berhasil membuat terobosan dengan mencipta roda berjari-jari dan metode cross-tangent juga  membuat sepeda lebih ringan untuk dikendarai. Sayangnya, sepeda dengan roda yang besar memiliki banyak kekurangan. Karena posisi pedal dan jok yang cukup tinggi, membuat para wanita dan orang-orang yang tidak begitu tinggi sangat  kesulitan mengendarainya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s