Kaba Tempoe Dahoeloe

Veldpolitie op motorfiets met zijspan, vermoedelijk te Doerian bij Sawahloento. Sumber Foto: kitlv.nl

Veldpolitie op de fiets, vermoedelijk te Doerian bij Sawahloento.
Sumber Foto: kitlv.nl

Oleh: Yonni Saputra, SS

Judul foto dalam bahasa Belanda tersebut membentangkan tentang keberadaan  Polisi Bersepeda, di Durian Sawahlunto.

Dokumentasi foto bertahun 1932 di website resmi kitlv.nl[1] ini berdimensi 11,5 x 15 cm. Lebih lanjut disebutkan;

Souvenir van het Personeel Detachement Veldpolitie Doerian en van de Gewestelijke Recherche te Sawah-Loento, Sumatra’s Westkust, 29 April 1932

(Kenang-kenangan dari Petugas Polisi bagian Investigasi Kriminal dari Detasemen Durian Regional Sawah-Loento, di Pantai Barat Sumatera, 29 April 1932).

Rekaman dan jejak masa ini menyuguhkan peranan sepeda onthel[2] sebagai alat mobilitas aparat polisi dalam keamanan di Sawahlunto.

Veldpolitie op motorfiets met zijspan, vermoedelijk te Doerian bij Sawahloento. Sumber Foto: kitlv.nl

Veldpolitie op motorfiets met zijspan, vermoedelijk te Doerian bij Sawahloento.
Sumber Foto: kitlv.nl

Tidak cukup dengan pasukan polisi bersepeda, lebih lengkap dan tangguh dihadirkan juga pasukan polisi dengan sepeda motor gandeng (sespan).

Dapat dipahami untuk berpatroli lebih jauh, cukup menyulitkan untuk wilayah Kota Sawahlunto yang keadaan alamnya berbukit dan bergelombang. Dengan demikian pasukan polisi dengan sepeda motor gandeng tentu dapat bergerak lebih cepat.

Veldpolitie steekt met fiets in de hand een rivier over, vermoedelijk te Doerian bij Sawahloento. Sumber Foto: kitlv.nl

Veldpolitie steekt met fiets in de hand een rivier over, vermoedelijk te Doerian bij Sawahloento.
Sumber Foto: kitlv.nl

Mengendong sepeda melintasi sungai saat berpatroli. Sesi mengendong sepeda seperti ini, tentu tidak akan lagi dialami peserta Tour de Singkarak saat melintasi sungai-sungai di Sawahlunto.

Jembatan-jembatan penghubung cukup untuk pembalap tetap melaju sampai ke garis finish di Pusat Kota Lama Sawahlunto. Namun topografi Kota Sawahlunto yang berbukit dan bergelombang tetap menjadi tantangan penuh sensasi dalam menaklukkan daerah yang berlembah dengan tanjakan dan turunan.


[1] KITLV merupakan akronim dari Koninklijk Instituut voor Taal-, Land-en Volkenkunde yang terjemahannya kira-kira Lembaga Studi Kerajaan untuk Asia Tenggara dan Kepulauan Karibia.

[2] Masyarakat Minangkabau mengenal Sepeda Onthel dengan sebutan “Kareta Unto” (Sepeda Unta)

Satu pemikiran pada “Kaba Tempoe Dahoeloe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s