Museum Goedang Ransoem dari Masa ke Masa

Oleh: Redaksi

Gerbang Museum Goedang Ransoem sebelum ditukar dengan pintu besi tempa. Foto: Koleksi MGR

Gerbang Museum Goedang Ransoem sebelum ditukar dengan pintu besi tempa.
Foto: Koleksi MGR

Pada tanggal 17 Desember 2013 ini, Museum Goedang Ransoem (MGR) genap berusia 8 (delapan) tahun. Peresmian MGR bersamaan waktunya dengan peresmian Museum Kereta Api (MKA) yang hingga saat ini masih berada dalam satu naungan.[1] Pada hari Sabtu tanggal 17 Desember tahun 2005, Bapak Jusuf Kalla yang ketika itu menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia meresmikan kedua museum ini di Kota Sawahlunto.

 Museum Goedang Ransoem pada awal berdirinya berada dibawah naungan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kantor Pariwisata Kota Sawahlunto. Ketika itu Kepala UPT Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman dijabat oleh Ibu Sri Setyawati MA[2] sedangkan Kepala Kantor Pariwisata dijabat ketika itu oleh Bapak Dr. Herwandi, M.Hum[3].

Pada masa-masa awal ini, MGR belumlah seperti sekarang, gedung yang dapat dipakai hanyalah gedung pameran utama.[4] Gedung ini dipakai sebagai ruang pameran koleksi sekaligus sebagai kantor UPT Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman. Kantor UPT terletak pada ruangan Audio Visual sekarang,  ditempati oleh Kepala UPT dan 5 orang stafnya. Adapun gedung-gedung yang lain masih dalam tahap perbaikan dan renovasi.

Salah satu bangunan dalam komplek museum sebelum dilakukannya revitalisasi. Foto: Koleksi MGR

Salah satu bangunan dalam komplek museum sebelum dilakukannya revitalisasi.
Foto: Koleksi MGR

Pada tahun 2008 diresmikan beberapa gedung dalam Kompleks MGR. Seperti pada bulan April diresmikan Gallery Info Box dan  Lubang Tambang Mbah Soero. Objek wisata yang satu ini memanglah tidak terletak di kawasan komplek museum namun bersama-sama dengan Museum Kereta Api berada dibawah naungan UPT Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman yang berkantor di MGR.

Kemudian pada bulan Desember ditahun yang sama, diresmikan IPTEK Center Kota Sawahlunto. Serta pada bulan yang sama juga diresmikan Galeri Malaka dan Galeri Etnografi. Pada tahun ini juga terjadi perubahan struktur organisasi dimana UPT Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman berubah menjadi Bidang Peniggalan Bersejarah dan Permuseuman. Hal ini seiring dengan pergantian Kantor Pariwisata menjadi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Kepala Bidang Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman pertama ialah Ibu Rika Cherish yang telah menjabat  semenjak tahun 2006 sebagai Kepala UPT Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman.

Hampir selama delapan tahun Museum Goedang Ransoem, Museum Kereta Api, dan Gallry Tambang dan Lubang Mbah Soero berada bersama-sama di bawah naungan Kantor Pariwisata yang kemudian berganti menjadi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Maka seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya beban pekerjaan maka pada bulan Oktober 2013 Bidang Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman resmi menjadi Kantor Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto. Bapak Jon Hendri, S.Sos, M.Si dipercaya oleh Bapak Walikota Sawahlunto sebagai Kepala Kantor Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman (KPBP).

Museum setelah revitalisasi Foto: Koleksi MGR

Museum setelah revitalisasi
Foto: Koleksi MGR

Kalau selama menjadi bidang terdapat dua seksi di museum yakni Seksi Permuseuman dan Seksi Peninggalan Bersejarah, maka kantor baru ini memiliki tiga seksi yakni Seksi Registrasi, Penetapan, dan Permuseuman, Seksi Peninggalan Bersejarah, dan Seksi Sejarah dan Nilai Budaya. Ditambah dengan satu Kepala Tata Usaha serta satu Kepala Kantor maka lengkaplah administrasi di kantor baru ini.

Begitu juga dengan para staf yang awalnya hanya berjumlah lima orang, maka pada saat sekarang ini jumlah keseluruhan staf kurang lebih 30 (tiga puluh) orang. Museum telah berubah dan terus berkembang serta berbenah diri. Berusaha menjadi yang terbaik agar dapat menjadi kebanggan bagi Kota Sawahlunto.

Narasuber:

  1. 1.    Yonni Saputra, SS

Staf Seksi Sejarah dan Nilai Budaya

Kantor Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto

  1. 2.    Rosita Cahyani, SS

Staf Seksi Peninggalan Bersejarah

Kantor Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto

  1. 3.    Yuristya Mega, SS

Staf Seksi Sejarah dan Nilai Budaya

Kantor Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto

Ketiganya ialah Pegawai Senior yang telah berdinas semenjak tahun 2005 hingga 2013 di Museum Goedang Ransoem.


[1] Museum Goedang Ransoem (MGR), Museum Kereta Api, dan Galery Info Box & Lubang Tambang Mbah Soero semenjak awal berada dalam satu naungan yakni UPT Peninggalan Bersejarah Permuseuman, yang kemudian berganti nama menjadi Bidang Peninggalan Bersejarah Permuseuman, dan pada bulan Oktober 2013 ini resmi menjadi Kantor Peninggalan Bersejarah Permuseuman.

[2] Beliau merupakan Dosen Antropologi pada Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik Unand Padang.

[3] Sekarang beliau telah menjadi Guru Besar pada Jurusan Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Unand Padang.

[4] Gedung Pameran Utama dikenal juga dengan nama “Gedung Dapur Umum” oleh kebanyakan pengunjung.

5 pemikiran pada “Museum Goedang Ransoem dari Masa ke Masa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s