FUNGSI STEAM GENERATOR (TUNGKU PEMBAKARAN) DALAM PROSES MEMASAK DI DAPUR UMUM

Oleh: Amitri yulia, ss

 

Steam Generator Utama Foto: Koleksi MGR

Steam Generator Utama
Foto: Koleksi MGR

Dapur Umum atau sekarang bernama Museum Goedang Ransoem, merupakan kawasan yang memiliki banyak gedung dengan berbagai macam fungsi. Terdapat Dapur Masak, Steam Generator  Sebagai Sumber Energi, Gudang Padi, Gudang Ikan, Pabrik Es dan lain-lain.  Di antara kesemua bangunan tersebut, Dapur Umum[1] atau Gedung Utama dan  Steam Generatorlah yang memegang peranan penting bagi proses pembuatan makanan bagi para buruh tambang.

Steam Generator atau lebih dikenal dengan nama Tungku Pembakaran merupakan fasilitas utama dan fundamental bagi Roemah Ransoem.[2] Karena dengan ketiadaan alat ini maka sangat mustahil bagi Roemah Ransoem untuk memproduksi makanan bagi para kuli di pertambangan Ombilin.

Tungku ini terletak di bagian belakang bangunan utama yang dijadikan sebagai tempat memasak. Terdapat tiga buah tungku, dua buah tungku terletak di muka (depan) sedangkan satu tungku yang lain terletak di belakang tungku utama. Tungku kedua – yang lebih kecil ukurannya – terletak hampir berdekatan dengan bangunan Pabrik Es. Kedua tungku ini dihubungkan dengan saluran pipa bawah tanah ke cerobong asap yang memiliki tinggi 18 meter.

Cerobong asap ini berfungsi untuk membuang asap hasil proses pembakaran batubara. Saluran dari kedua tungku ini diparalelkan ke cerobong asap yang berada di belakang. Pada kawasan Dapur Umum terdapat dua buah cerobong asap, cerobong yang lain menempel di bangunan utama Roemah Ransoem.

Fungsi dari ketiga tungku ini berbeda-beda, dua buah tungku utama berfungsi sebagai tenaga untuk pembakaran sedangkan satu tungku yang terletak di belakang berguna sebagai tenaga cadangan apabila terjadi kerusakan atau salah satu tungku sedang dalam perawatan. Namun, tungku ini kadang-kadang juga dipergunakan secara bersamaan dengan tungku utama. Hal ini dilakukan karena proses memasak di Dapur Umum dibagi kepada 3 (tiga) shift.

Tungku ini bekerja dengan menggunakan bahan bakar utama batubara yang dibawa dengan Sizing Plant (papan berjalan) dan ditumpuk di dekat bangunan tungku pembakaran.[3]

Peralatan (mesin-mesin) tungku pembakaran ini dibuat di Jerman. Pada tungku tersebut masih terdapat tulisan tahun 1894, apakah ini tahun pembuatannya atau tahun pemasaran dari tungku tersebut. Kami belum mendapat keterangan pasti mengenai hal tersebut. Selama ini, dari informasi yang di dapat, tahun 1894 merupakan label tahun pabrik dari Steam Generator.

Fungsi Tungku Pembakaran ialah sebagai penghasil uap panas untuk proses memasak makanan di Dapur Umum. Tungku Pembakaran ini merupakan peralatan yang cukup modern di masa Kolonial Belanda.

Uap-uap yang dialirkan melalui pipa-pipa ini disalurkan menuju peralatan memasak seperti periuk besar atau ketel yang ada di dalam bangunan utama. Pipa-pipa ini menghubungkan bangunan utama yang menjadi tempat memasak dengan Tungku Pembakaran yang berada di belakang. Pipa ini ditanam di dalam tanah dari Tungku Pembakaran menuju bangunan utama. Sedangkan ruang bawah tanah yang berada di dalam gedung utama difungsikan sebagai tempat untuk mengontrol sistem kerja dari penyaluran uap panas ini selain sebagai penetralisir suhu bagi pipa.

Cerobong Asap dan Steam Generator Cadangan Foto: Koleksi MGR

Cerobong Asap dan Steam Generator Cadangan
Foto: Koleksi MGR

Keadaan bangunan yang telah banyak mengalami perubahan, menyebabkan pipa-pipa penyalur uap panas tersebut telah banyak yang hilang. Namun kita masih dapat memperbaiki kondisi bangunan tungku pembakaran ini dengan membuat replika tangga yang berfungsi untuk memantau tabung-tabung air yang terdapat di bagian atas tungku pembakaran.

Selain itu kita juga masih bisa menyaksikan hingga saat ini koleksi pipa penghubung antara ketel dengan pipa utama yang menyalurkan uap panas. Sambungan pipa ini terdapat di lantai bangunan utama dan telah diberi vitrin untuk melindungi koleksi, sehingga dapat dilihat sendiri oleh pengunjung.


[1] Istilah Dapur Umum juga digunakan untuk menamakan salah satu bangunan yang berfungsi sebagai gedung memasak.

[2] Pada masa Kolonial Belanda, komplek Dapur Umum ini lebih dikenal dengan nama Roemah Ransoem dikalangan masyarakat sekitar.

[3] Wawancara dengan Pak Jamal (usia ±80 th) penduduk Air Dingin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s