Peminat Songket

Bernhard bersama isteri dan staf museum

Bernhard bersama isteri dan staf museum

Pada hari Rabu tanggal 19 Februari 2014, Museum Goedang Ransoem kedatangan salah seorang peminat songket yang telah lama mencari dan mengkaji songket-songket lama di Minangkabau. Beliau ialah Bernhard Bart seorang arsitek berkewarganegaraan Swiss yang datang bersama isterinya Erika Dubler ke Sawahlunto.

Pada tahun 2006 Bernhard bersama beberapa orang budayawan dan ahli dalam hal songket di Minangkabau telah menlis sebuah buku bunga rampai dengan judul Revitalisasi Songket Lama Minangkabau.[1] Bukunya ini merupakan salah satu buku yang dicari oleh para peminat ataupun perajin songket di Minangkabau.

Bernhard telah tiba di Sawahlunto pada hari Selasa kemarin, bersama isteri beliau menginap di Hotel Ombilin yang terletak di pusat Kota Lama Sawahlunto. Tampaknya kehadirannya di Sawahlunto memang bertujuan untuk mencari, mempelajari, dan mendokumentasikan songket-songket lama yang ada di kota ini. Sebelum datang ke Museum Goedang Ransoem, Bernhard telah lebih dahulu mendatangi beberapa orang yang faham dan mengetahui perihal songket di kota ini. Tampaknya dari merekalah Bernhard mendapat saran agar mengunjungi Museum Goedang Ransoem. Selain tentunya telah melihat pameran songket yang menyajikan songket dari Silungkang di Museum Tekstil beberapa masa yang silam.

Kami menyambut baik kedatangan Bernhard dan sangat berharap akan dapat belajar banyak dari beliau berdua. Kami berbincang-bincang di ruangan kantor kami yang sederhana yang terletak di bangunan Pabrik Es atau sekarang bernama Perpustakaan.

Sambil berbincang-bincang, kami tunjukkan kepada beliau berdua beberapa koleksi songket kami. Dengan senang hati Bernhard melihat dan memberikan pendapatnya serta melayani beberapa pertanyaan dari kami.

Bernhard sedang memeriksa salah satu songket koleksi MGR

Bernhard sedang memeriksa salah satu songket koleksi MGR

Untung bagi kami karena Bernhard berserta isteri rupanya pandai Berbahasa Indonesia. Kalau tidak, tentulah telah kepayahan kami dalam berkomunikasi mengingat banyaknya pertanyaan yang hendak kami ajukan kepada beliau.

Demikianlah, tepat sebelum tengah hari Bernhard bersama isterinya pamit hendak kembali ke hotel. Mereka mesti berkemas karena hendak balik ke Bukittinggi. Rupanya mereka menetap di Bukittinggi, tepatnya di Nagari Batu Taba sekitar 5 Km dari Kota Bukittinggi. Mereka menawari kami agar berkunjung ke tempatnya di Bukittinggi, menurut pengakuannya telah ada beberapa orang penenun yang mendatangi mereka dan menginap di tempat mereka.

Sebenarnya Bernhard memiliki keinginan untuk menjadi Konsultan Songket di Sumatera Barat. Namun niatnya tersebut masih terhalang dikarenakan masih memiliki visa turis. Dimana dalam tempo dua bulan, mereka harus kembali meninggalkan Indonesia.


[1] Diterbitkan oleh Studio Songket Erika Rianti

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s