Bangunan Cagar Budaya Sawahlunto

 

Oleh: Maiyozzi Chairi, S.Pd

Gardu Listrik disebut juga sebagai “Gudang Lampu” oleh masyarakat setempat. Pada zaman Belanda, gardu listrik ini digunakan sebagai tempat untuk menurunkan tegangan listrik dari 6 KV menjadi 220 Volt dan kemudian dialirkan menuju rumah pejabat tambang dan rumah penduduk sekitar.  (Doc Foto : KPBP)

Gardu Listrik
disebut juga sebagai “Gudang Lampu” oleh masyarakat setempat. Pada zaman Belanda, gardu listrik ini digunakan sebagai tempat untuk menurunkan tegangan listrik dari 6 KV menjadi 220 Volt dan kemudian dialirkan menuju rumah pejabat tambang dan rumah penduduk sekitar.
(Doc Foto : KPBP)

Bak Air yang berada di daerah Lubang Tembok ini merupakan suatu struktur Cagar Budaya yang dahulunya berfungsi sebagai bak penampungan air untuk mencuci batubara didaerah bantingan.  (Doc Foto : KPBP)

Bak Air yang berada di daerah Lubang Tembok ini merupakan suatu struktur Cagar Budaya yang dahulunya berfungsi sebagai bak penampungan air untuk mencuci batubara didaerah bantingan.
(Doc Foto : KPBP)

Pompa Air Rantih merupakan salah satu bangunan  yang dibangun pada zaman kolonial Belanda dan digunakan untuk mendukung sistem penambangan “Sand Filling” atau “Sistem Pasiran” dengan cara mengambil material pasir dari daerah Kayu Gadang menggunakan mesin semprot air bertekanan tinggi. Pada saat sekarang  pompa Rantih ini digunakan sebagai pompa air oleh PDAM untuk kebutuhan sebagian besar warga Sawahlunto. (Doc Foto : KPBP)

Pompa Air Rantih merupakan salah satu bangunan yang dibangun pada zaman kolonial Belanda dan digunakan untuk mendukung sistem penambangan “Sand Filling” atau “Sistem Pasiran” dengan cara mengambil material pasir dari daerah Kayu Gadang menggunakan mesin semprot air bertekanan tinggi. Pada saat sekarang pompa Rantih ini digunakan sebagai pompa air oleh PDAM untuk kebutuhan sebagian besar warga Sawahlunto.
(Doc Foto : KPBP)

Bangunan Kokes yang terletak di daerah kayu gadang  ini dibangun pada tahun 1970-an dan merupakan tempat  pengolahan batu bara menjadi bricket.  ( Doc Foto : KPBP)

Bangunan Kokes yang terletak di daerah kayu gadang ini dibangun pada tahun 1970-an dan merupakan tempat pengolahan batu bara menjadi bricket.
( Doc Foto : KPBP)

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s