Registrasi Cagar Budaya

20160203_112745

Registrar  sedang meregistrasikan koleksi warisan budaya

Sawahlunto merupakan salah satu kota di Indonesia yang selama ini giat dalam melestarikan berbagai peninggalan bersejarah yang ada. Sebagai sebuah kota warisan kolonial, Sawahlunto memiliki banyak peninggalan bersejarah yang dapat dikategorikan sebagai cagar budaya.[1]

Berbagai peninggalan bersejarah tersebut belumlah memiliki arti apabila belum diakui sebagai Cagar Budaya oleh  pemerintah kabupaten/kota. Apabila sudah diakui, maka barulah Cagar Budaya tersebut dapat dimasukkan ke dalam  Database Cagar Budaya yang terdapat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pengusahaan berbagai Cagar Budaya tersebut dilakukan dengan serius oleh Pemerintah Kota Sawahlunto. Kantor Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman merupakan ujung tombak dalam melakukan proses Registrasi Cagar Budaya di Kota Sawahlunto. Proses registrasi ini telah berjalan semenjak permulaan tahun 2014 ini dimana rencananya 30 bangunan yang diduga Cagar Budaya (CB) sedang dilakukan pendataan dan penelitian.

Sebelumnya pada tahun 2007 telah dikeluarkan Perda (Peraturan Daerah) yang mengatur pengelolaan BCB di Kota Sawahlunto.[2]

Tidak hanya bangunan saja yang dapat dikategorikan sebagai Cagar Budaya, bendapun dapat dikategorikan sebagai Cagar Budaya. Seperti benda-benda kuno yang berkaitan dengan sejarah, budaya, dan ilmu pengetahuan. Mungkin saja benda-benda tersebut terdapat disekitar kita, apakah itu di pekarangan rumah atau tersimpan rapat di dalam peti.

Juga harus mempunyai arti (nilai) khusus bagi penguatan kepribadian bangsa. Syarat yang tak kalah penting lainnya ialah bahwa benda, bangunan, situs, maupun kawasan tersebut haruslah berusia paling singkat 50 tahun.

Adapun semua orang dapat dan berhak untuk mendaftarkan benda-benda pusaka ataupun bangunan, atau dapat juga berupa situs maupun kawasan untuk dapat diakui sebagai Cagar Budaya oleh negara.

Mendaftarkan benda, bangunan, situs, maupun kawasan sebagai Cagar Budaya tidaklah sulit, apalagi untuk masyarakat Kota Sawahlunto. Masyarakat yang merasa memiliki benda, bangunan, situs, ataupun kawasan dapat langsung mendatangi Kantor Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman yang berada di Komplek Museum Goedang Ransoem Air Dingin Kec.Lembah Segar.

Sebagai dokumen pelengkap dalam pendaftaran disertakan juga hendaknya foto kopi KTP atau identitas lainnya. Kemudian kalau berupa benda, hendaknya langsung di bawa ke museum guna dilakukan penelitian oleh tim yang telah ditunjuk. Apabila berupa bangunan, situs, maupun kawasan maka hendaknya dibawa denah lokasi, foto, rekaman suara, video, ataupun dokumen pendukung lainnya. Selepas itu nantinya akan dikirim tim yang akan melakukan penelitian.

Pihak museum akan menyediakan formulir pendaftaran yang akan diisi oleh masyarakat. Selepas itu akan dilakukan proses penelitian terhadap objek yang diusulkan oleh pihak museum. Kemungkinan proses ini akan memakan waktu selama satu setengah bulan semenjak diusulkan.

Tentunya muncul pertanyaan; “Apa gerangan keuntungannya apabila satu benda peninggalan keluarga, bangunan tua milik kaum, ataupun situs maupun kawasan milik pribadi dapat dijadikan sebagai CB?

Terdapat beberapa keuntungan yang didapat apabila suatu benda, bangunan, situs, ataupun kawasan telah diakui sebagai CB oleh negara. Salah satunya ialah berupa insentif pengurangan terhadap Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) serta Pajak Penghasilan (PPh).[3]

Keuntungan lainnya ialah, apabila terjadi kerusakan maka akan mendapat bantuan dari pemerintah. Tentunya bantuan tersebut diberikan oleh pemerintah setelah mendapat rekomendasi dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) atau rekomendasi dari Kantor Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto.

Demikianlah perihal salah satu kegiatan yang saat ini tengah berjalan di Museum Goedang Ransoem. Kegiatan ini sesungguhnya mendatangkan banyak faedah kepada Kota Sawahlunto. Pengakuan dari nasional dan kemudian internasional atas kekayaan  Sawahlunto dari segi Peninggalan Bersejarah merupakan salah satu nilai plus yang dapat semakin memperkuat posisi Kota Sawahlunto di bidang Pelestarian.

 

Referensi:

UU NO. 11 Th.2010 Tentang Cagar Budaya. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Sumatera Barat. Th. 2013

Modul Registrasi Cagar Budaya Nasional. Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. Dirjen Kebudayaan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun. 2014

 

 

 

[1] Cagar Budaya adalah warisan budaya bersifat kebendaan berupa Benda Cagar Budaya, Bangunan Cagar Budaya, Struktur Cagar Budaya, Situs Cagar Budaya, dan Kawasan Cagar Budaya di darat dan/ atau air yang perlu dilestarikan keberadaannya karena memiliki nilai penting bagi sejarah, ilmu pengetahuan, pendidikan, agama, dan atau kebudayaan memalui proses penetapan. (UUD No.11 Ttg Cagar Budaya Pasal.1 Ayat.1)

[2] Perda No.6 Th. 2007 Tentang Pengelolaan Benda Cagar Budaya.

[3] UUD No.11 Ttg Cagar Budaya Pasal.22 Ayat.2

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s