Komunitas Siswa Pecinta Sejarah Kota Sawahlunto

Tahun 2015 tepatnya pada tanggal 26 November, Kantor Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman telah mengadakan pertemuan dengan beberapa guru sejarah dan diikuti juga oleh beberapa siswa Sekolah Menengah Atas kelas X Kota Sawahlunto. Pertemuan tersebut memberikan wawasan mengenai arti penting memahami sejarah bagi perkembangan ke depan. Dalam acara dihadirkan Pak Karsono [1], Buk Sri [2], dan seorang novelis asal Sawahlunto yaitu Muhsin Lahajji [3], Di saat yang sama, Kantor Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman Kota Sawahlunto merintis dibentuknya sebuah komunitas yang mengakomodir kebutuhan siswa dalam menulis dengan tema sejarah yang ada di Sawahlunto.

IMG_0148

Saling berkenalan.

Dalam perkembangannya komunitas Siswa Pecinta Sejarah Kota Sawahlunto dihadapkan kepada sebuah keinginan untuk mempromosikan kota lama Sawahlunto melalui tulisan-tulisan. Tulisan-tulisan tersebut tidak terlepas dari kreatifitas masing-masing siswa sebagai anggota atau bahkan nantinya sebagai pengurus Komunitas.

Awal tahun 2016, Komunitas melaksanakan pertemuan pertama yaitu pada hari Rabu tanggal 10 Februari 2016 di Museum Goedang Ransoem. Acara dimulai pada pukul 12.00 tepatnya di ruang audio visual Museum Goedang Ransoem dengan agenda mengunjungi Warisan budaya galeri infobox dan lobang tambang mbah soero. Pertemuan ini didahului dengan arahan dari Bapak Taswan dan Muhsin Lahajji mengenai pelaksanaan di objek yang akan dikunjungi. Bapak Taswan memberikan saran dan penjelasan mengenai apa yang harus diperoleh setelah mengunjungi objek warisan budaya, dan novelis Muhsin sendiri memberikan tips dan trik mengenai menulis cepat dalam mengamati serta menuangkannya dalam bentuk tulisan di objek warisan budaya.

IMG_0135

Bpk. Taswan memberikan arahan kepada Komunitas Pelestarian Warisan Budaya

Perjalanan pun dimulai, berhubung jarak Museum Goedang Ransoem berdekatan yaitu ±200m atau sekitar 3 menit berjalan kaki, maka untuk tahap ini anggota komunitas beserta guru pembimbing cukup berjalan kaki saja. Beberapa siswa terlihat begitu bersemangat, tanpa basa-basi peserta pun segera beranjak dan meninggalkan guru pembimbing untuk berjalan kaki. Sebagian guru pembimbing juga bersemangat, namun karena berjalan kaki, beberapa guru juga terlihat kelelahan berjalan.

Sesampai di galeri infobox, Pak Taswan langsung mengumpulkan peserta dan guru pendamping seraya memberikan pengarahan singkat mengenai siapa yang akan ditemui dan rencana kembali ke Museum Goedang Ransoem yaitu sekitar pukul 15.00, jadi Pak Taswan memberikan saran yakni “gunakanlah waktu sebaik-baiknya.”.

Pemandu dari Galeri infobox adalah Sdra. Sudarsono yang sehari-hari dipanggil Mas Kiplik. Mas Kiplik langsung mengarahkan siswa untuk menggunakan peralatan dan perlengkapan seperti, sepatu dan helm safety, “dan memang seperti itu ketentuan yang berlaku,” ujar Mas Kiplik. Untuk penelusuran lobang Tambang Mbah Soero menghabiskan waktu sekitar ± 15 menit. Selama perjalanan Pak Muhsin selalu mengingat peserta untuk selalu bertanya kepada pemandu, selagi pemandu atau Mas Kiplik bisa menjelaskan. Untuk guru pendamping sendiri juga ditantang untuk mengingat dan memperhatikan peserta dan aktivitas yang dilakukan, “kalau bisa, guru pendamping ikut menulis juga,” gurau Pak Muhsin Lahajji.

IMG_0136

Komunitas mencatat dan mendengarkan arahan dari Pemandu Objek Lobang Tambang Mbah Soero

Setelah menelusuri Lobang Tambang Mbah Soero, anggota komunitas melanjutkan dengan menonton film mengenai sejarah batubara Sawahlunto mulai dari awal mula penambangan  hingga kondisi saat ini ketika batubara sudah tidak menjadi andalan Kota Sawahlunto. Aktivitas ini  menghabiskan waktu sekitar  10 menit. Setelah menonton, komunitas kemudian diberi waktu untuk mengitari dan mengamati semua objek dan lingkungan yang ada di sekitar galeri Infobox, tujuannya semata-mata untuk memberikan wawasan kepada peserta bahwa Sawahlunto memiliki potensi wisata sejarah yang besar.

Dan akhirnya jam 15.00, peserta sudah harus kembali ke Museum Goedang Ransoem untuk mengevaluasi kunjungan yang telah dilaksanakan. Evaluasi berakhir pada jam 15.45 dengan pesan dari novelis Muhsin, bahwa beliau bersedia untuk membantu anggota komunitas untuk mengembangkan kemampuan menulis dan memberikan sebuah kelas pelatihan untuk anggota secara sukarela. Ke depannya akan banyak lagi pertemuan-pertemuan yang tentunya diharapkan adanya peningkatan kemampuan menulis oleh anggota komunitas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s