Museum Goedang Ransoem

Goedang Ransoem merupakan sebutan untuk Dapur Umum yang dibangun oleh Pemerintah Kolonial Belanda. Goedang Ransoem berfungsi sebagai tempat untuk memasak makanan bagi para kuli tambang dan juga pasien di Rumah Sakit Sawahlunto. Pendirian dapur umum ini merupakan jawaban atas carut-marutnya penyediaan makanan bagi parah kuli tambang kala itu.

Dibangun pada tahun 1918 dan bertempat cukup strategis karena berada di tengah kota yakni kelurahan Air Dingin. Pemerintah kolonial tidak main-main dengan proyek ini sehingga direncanakan dengan perencanaan yang matang. Hal ini karena dapur umum ini harus menyuplai makanan dalam jumlah besar, maka dari itu peralatan yang digunakan juga serba besar seperti periuk atau ketel, tungku, dan lain sebagainya. Komplek bangunan ini juga terbilang besar untuk ukuran masanya. Bayangkan saja, tiap harinya 65 pikul[1] beras dihabiskan untuk memenuhi kebutuhan para kuli dan pasien Rumah Sakit Tambang Sawahlunto.

 

Gambar: Gedung Galeri Utama, Tungku Uap (Steam Generator), & Mushalla
Foto: Koleksi MGR

 

 

Di sebelah kiri bangunan ini terdapat bangunan rumah potong dan rumah kepala dapur. Pada saat ini kedua bangunan tersebut berada di luar komplek museum. Bangunan rumah potong masih berfungsi seperti sedia kala. Di belakang tungku uap bangunan balai-balai, yang pada masa itu digunakan sebagai tempat para kuli beristirahat sejenak melepas lelah bekerja.[3]. Pada saat sekarang ini bangunan tersebut sudah tidak ada, hancur termakan usia. Sekarang bangunan tersebut telah digantikan oleh bangunan mushalla.

Komplek bangunan ini terdiri atas lima bangunan yakni; bangunan dapur yang sekarang menjadi ruang pameran. Di belakangnya terdapat Tungku Uap[2] yang merupakan ujung tombak dari dapur umum, tanpa ini maka dapur umum tidak akan dapat berproduksi. Bahan bakar bagi tungku uap ini ialah batubara, jadi tak perlu cemas akan suplai bahan bakar, Insya Allah tercukupi. Steam generator ini berjumlah tiga, dua terdapat di depan yang merupakan mesin utama, sedangkan yang satunya lagi terletak di belakang yang berguna sebagai pengganti apabila terjadi pemeliharaan atau perbaikan kerusakan terhadap yang lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kemudian terdapat juga pabrik es yang terletak di sebelah kanan tungku uap. Pabrik es ini termasuk yang terbesar pada masanya, karena tidak hanya memasok untuk kebutuhan dapur umum sendiri akan tetapi juga dikirim ke Solok dan Batusangkar. Sekarang bangunan pabrik es telah berubah fungsi menjadi Perpustakaan, Ruang Administrasi Kantor Pengelola Museum, dan Galery Malaka. Di samping bangunan ini terdapat heuler yang digunakan untuk menumbuk padi. Bangunan ini sudah tidak ada, didirikan bangunan baru yang sekarang berfungsi sebagai ruangan penyimpanan koleksi dan ruangan  konservasi. Di sebelah bangunan ini terdapat gudang padi, mengingat besarnya kebutuhan akan beras untuk dapur umum ini maka wajar jika gudangnya seluas ini. saat ini gudang padi telah berubah fungsi menjadi IPTEK Centre yakni sebuah wahana untuk mempraktekkan sains bagi Masyarakat.

Di depan bangunan pabrik es terdapat sebuah bangunan yang dahulunya berfungsi sebagai gudang persediaan bahan makanan. Bangunan ini terdiri atas tujuh ruangan yang memiliki kegunaan berbeda. Pada saat sekarang ini bangunan ini telah berubah fungsi sebagai bangunan kantor, dan pada bagian depan terdapat Gallery Etnografi yang menyajikan beberapa pelaminan dan pakaian pengantin nagari yang ada di Kota Sawahlunto.

Inilah Museum Gudang Ransoem. Pada tahun 2011 museum kebanggan Kota Sawahlunto tersebut mendapat kesempatan menjadi tuan rumah bagi penyelenggaraan SIMFest (Sawahlunto International Music Festival). Yang merupakan even musik etnik internasional, diadakan untuk memeriahkan hari jadi Kota Arang yang ke 123. Beragam musisi dari lima benua akan hadir pada kesempatan ini. semoga Museum Goedang Ransoem meninggalkan kesan indah dan mendalam bagi para pengunjung.


[1] 1 pikoel masa Hindia Belanda setara dengan 60 kg. Berarti tiap hari dihabiskan beras sebanyak 3900 kg.

[2] Disebut juga Tungku Pembakaran, merupakan buatan Jerman. Pada bagian belakang terdapat menara cerobong asap yang tingginya lebih kurang 20 m.

[3] Sebagian narasumber mengatakan kalau di belakang Steam Generator dahulunya terdapat poliklinik. Ke sinilah para kuli yang mengalami kecelakaan dalam bekerja di bawa, sebelum mereka di rujuk ke Rumah Sakit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s